Waspada! Inilah 7 Tanda-tanda Bahaya Kehamilan Muda

Pada awal kehamilan, seorang ibu hamil pastinya akan muncul berbagai kondisi dan perubahan-perubahan dalam dirinya, baik perubahan fisik maupun perubahan hormonal. Kondisi dan perubahan-perubahan inilah yang menjadi tanda atau indikasi apakah kehamilan yang dialami sehat ataukah berbahaya.

Perubahan-perubahan tersebut ada yang bersifat normal dan abnormal. Sebagai calon ibu, Bunda harus bisa membedakan dan cermat dalam menilai perubahan-perubahan tersebut. Karena jika terjadi perubahan yang abnormal, sementara Bunda membiarkannya begitu saja karena kurangnya pengetahuan dan informasi seputar kehamilan, akhirnya kehamilan tersebut justru malah membahayakan nyawa Bunda sendiri dan juga janin di dalam perut.

Hanya saja, tidak sedikit ibu hamil muda yang menganggap remeh perubahan fisik awal kehamilan yang dia alami. Dan beranggapan bahwa semua perubahan fisik dan hormonal di awal kehamilan bersifat normal dan wajar. Padahal, ada beberapa perubahan abnormal yang harus Bunda waspadai. Karena jika dibiarkan saja, maka akan berakibat fatal.

bahaya-hamil-muda

Berikut beberapa perubahan-perubahan abnormal yang menjadi tanda-tanda bahaya pada kehamilan muda usia trimester pertama:

  1. Pendarahan.

Flek pendarahan atau bercak darah yang terjadi pada awal kehamilan memang umum dan normal, meskipun tidak semua wanita hamil mengalaminya. Flek pendarahan ini sebagai tanda awal hamilnya seorang wanita karena proses implantasi (penanaman), yaitu menempelnya zigot pada dinding rahim.

Flek pendarahan ini umumnya terjadi maksimal hanya dua hari saja dan dengan porsi darah yang sedikit. Tapi bagaimana jika pendarahan tersebut terjadi dalam waktu lama dan dengan jumlah darah yang banyak?

Kalau sudah seperti itu, Bunda harus segera melakukan pemeriksaan guna memastikan apakah pendarahan yang Bunda alami normal ataukah merupakan pendarahan pervaginam.

Pandarahan pervaginam yang terjadi pada ibu hamil muda, akan memicu terjadinya abortus/keguguran, kehamilan anggur/mola hidatidosa, kehamilan kosong/blighted ovum, dan kehamilan ektopik.

Abortus atau keguguran adalah keluarnya hasil konsepsi (sel telur yang telah dibuahi oleh sel sperma atau yang disebut dengan zigot) sebelum janin bisa hidup di dalam kandungan. Pendarahan pervaginam ini biasanya disertai dengan nyeri perut.

Kehamilan anggur atau mola hidatidosa adalah kehamilan abnormal yang terjadi akibat pembentukan janin yang gagal. Kehamilan anggur ini berupa tumor jinak di dalam rahim yang membentuk gelembung-gelembung berisi darah dan menggerombol menyerupai buah anggur. Kehamilan abnormal ini juga bisa terjadi akibat kelainan dari pertumbuhan calon plasenta.

Kehamilan kosong atau blighted ovum adalah kehamilan yang tidak berkembang dengan sempurna, yaitu kehamilan yang hanya tumbuh kantung kehamilan saja, tanpa adanya kemungkinan tumbuhnya janin di dalamnya. Wanita yang mengalami kehamilan abnormal ini juga merasakan perubahan fisik maupun hormonal layaknya ibu hamil muda pada umumnya. Akan tetapi, di dalam rahimnya tidak terdapat janin, sementara kantung kehamilan terus berkembang. Kehamilan kosong ini juga disebut dengan kehamilan tanpa embrio.

Kehamilan ektopik adalah kehamilan abnormal yang terjadi di luar rahim, yang biasa disebut dengan kehamilan di luar kandungan. Kehamilan ini terjadi karena zigot tertanam atau menempel bukan pada dinding rahim sebagaimana mestinya, akan tetapi menempel di tempat lain.

Pada kasus kehamilan ektopik, biasanya zigot menempel di tuba fallopi. Seiring berkembangnya janin akan mengakibatkan saluran tuba fallopi pecah dan membahayakan nyawa ibu dan janin. Wanita yang memiliki kehamilan abnormal ini, biasanya mengalami pendarahan dan disertai dengan nyeri perut yang hebat.

Oleh karena itu, jika Bunda mengalami flek pendarahan atau bercak darah dengan jumlah darah yang banyak dan dalam jangka waktu yang cukup lama, yaitu lebih dari dua hari, maka segeralah konsultasi dengan dokter kandungan atau bidan untuk mencari tahu apakah pendarahan yang Bunda alami normal ataukah abnormal, agar dapat ditangani secepatnya.

 

  1. Morning sickness yang berlebihan.

Gejala kehamilan yang berupa rasa mual dan muntah memang sudah tidak asing lagi di telinga, terutama bagi ibu hamil muda. Karena hampir semua wanita hamil akan mengalaminya, meskipun dengan tenggang waktu dan tingkat keparahan yang berbeda.

Rasa mual yang disertai dengan muntah atau tidak, sering terjadi di pagi hari, karena itulah terkenal dengan istilah morning sickness. Rasa mual ini bukan bearrti hanya muncul di pagi hari saja, tapi juga muncul pada siang hari, sore dan malam, tetapi tidak sesering pada waktu pagi.

Morning sickness akan menghilang dengan sendirinya seiring perkembangan janin dalam kandungan. Biasanya gejala kehamilan ini akan berkurang ketika memasuki trimester kedua usia kehamilan. Tapi hal ini tidak bisa jadi patokan, karena ada sebagian ibu hamil muda yang tidak lagi mengalami mual dan muntah setelah minggu ke-10 usia kehamilan.

Morning sickness ini memang normal dan wajar. Akan tetapi, jika mual dan muntah terjadi terus-menerus dan dalam waktu lama, maka perlu diwaspadai. Karena jika Bunda mengalami mual dan muntah yang parah atau berlebihan sehingga tidak bisa makan sama sekali, dikhawatirkan akan membahayakan kesehatan Bunda dan janin.

Dampak buruk dari morning sickness yang berlebihan akan mengakibatkan Bunda lemas dan tak bertenaga, sehingga Bunda rawan mengalami dehidrasi dan terkena risiko kekurangan gizi yang bisa membahayakan janin. Bahkan morning sickness dengan tingkatan yang parah, dapat merusak organ hati, kerongkongan dan lambung Bunda.

Bukan hanya itu saja, Bunda juga dikhawatirkan akan mengalami hiperemisis gravidarium, yaitu kondisi mual dan muntah yang berkepanjangan dan parah atau dengan frekuensi melebihi gejala morning sickness. Jika kondisi ini menimpa Bunda, segera konsultasi ke dokter kandungan atau bidan guna mencari solusinya.

 

  1. Bengkak pada kaki, wajah atau tangan.

Pembengkakan pada bagian tubuh tertentu merupakan hal yang wajar dan normal terjadi pada ibu hamil muda, terutama pada area kaki. Hal ini sering dipicu karena kurang bergerak atau minimal jalan santai. Akibatnya, terjadi penumpukan atau cairan yang tidak lancar pada kaki.

Bunda tidak perlu mengkonsumsi obat khusus dalam menghadapi gejala kehamilan ini, cukup dengan merendam kaki menggunakan air hangat yang dicampur garam sedikit, atau sering-seringlah mandi dengan air hangat. Pembengkakan ini biasanya akan berangsur menghilang ketika memasuki trimester kedua usia kehamilan.

Namun, bila pembengkakan yang Bunda alami berlanjut ke  wajah atau tangan, dan disertai pusing, bahkan kejang-kejang, maka sebaiknya Bunda melakukan pemeriksaan demi kesehatan Bunda dan janin di perut.

 

  1. Demam atau panas tinggi.

Pada saat terjadinya proses konsepsi atau pembuahan, biasanya suhu tubuh wanita cenderung meningkat. Karena itulah, demam atau panas menjadi salah satu tanda awal kehamilan. Akan tetapi, peningkatan suhu tubuh tidak terlalu signifikan, dan bila diperiksa dengan menggunakan termometer, masih termasuk dalam kategori normal.

Memang, suhu tubuh wanita hamil berbeda satu sama lain. Sebagian wanita hamil ada yang merasa gerah dan kepanasan selama masa kehamilan. Tapi sebagian lainnya justru merasa kedinginan bahkan menggigil. Bila gejala ini menimpa Bunda, pastikan tubuh terhidrasi dengan cara perbanyak minum air putih dan istirahat yang cukup.

Namun, jika kedua cara tersebut tidak berhasil, maka sebaiknya segera konsultasi ke dokter kandungan atau bidan. Karena menurut banyak ahli, demam atau panas yang terlalu tinggi selama masa kehamilan, erat hubungannya dengan autisme, dan juga bisa menghambat pertumbuhan dan perkembangan janin. Selain itu juga rawan terjadinya keguguran.

Dan jangan pernah mengkonsumsi sembarang obat, meskipun di bungkusnya tertera obat aman bagi ibu hamil. Karena tidak semua obat, termasuk obat herbal aman dikonsumsi ibu hamil.

 

  1. Keluarnya keputihan.

Adanya keputihan merupakan salah satu tanda awal kehamilan. Hal ini normal dialami oleh wanita hamil muda pada umumnya. Dengan catatan, cairan keputihan tersebut tidak berwarna atau bening, tidak bau, dan tidak menyebabkan gatal.

Namun, jika keputihan yang Bunda alami berwarna, menimbulkan bau yang tidak sedap, gatal, panas, dan terasa seperti terbakar di area kewanitaan, maka segera konsultasikan ke dokter kandungan atau bidan. Karena keputihan dengan ciri-ciri tersebut dikhawatirkan akan menjadi tanda bahaya kehamilan muda Bunda.

 

  1. Nyeri atau panas saat buang air kecil.

Nyeri atau panas pada saat buang air kecil juga bisa menjadi tanda-tanda bahaya kehamilan muda. Hal ini erat hubunganya dengan kemungkinan adanya infeksi saluran kemih (ISK). Dan jika dibiarkan saja tanpa ada penanganan serius, lambat laun akan menyebabkan infeksi ginjal, yang pada akhirnya berisiko terjadinya keguguran atau kelahiran prematur. Jangan menunda-nunda untuk periksa guna memastikan apakah terdapat infeksi atau tidak.

 

  1. Riwayat penyakit kronis.

Ibu hamil muda yang sebelumnya pernah memiliki riwayat penyakit kronis dan belum sembuh total, seperti: penyakit tiroid, diabetes, tekanan darah tinggi, asma, lupus, dan penyakit kronis lainnya, harus mencatat setiap perubahan kondisi mereka selama kehamilan. Karena jika penyakit tersebut tidak terkontrol dengan baik, akan berakibat fatal bagi kesehatan Bunda maupun janin.

Misalnya, jika hormon tiroid Bunda terlalu tinggi atau rendah, akan mengakibatkan risiko keguguran lebih tinggi. Begitu juga dengan penyakit diabetes, jika kadar gula darah Bunda tidak dikontrol dengan ketat, dikhawatirkan Bunda akan mengalami keguguran atau kelainan janin pada saat hamil.

Jadi, pastikan Bunda memiliki perawatan prenatal yang baik, gaya hidup sehat dan diet seimbang, serta mendapatkan istirahat yang cukup, guna mempersiapkan kesehatan fisik dan mental demi proses kehamilan dan persalinan Bunda nantinya.

Nah, dengan mengetahui 7 tanda-tanda bahaya kehamilan muda, diharapkan Bunda bisa membedakan gejala kehamilan yang normal dan abnormal, agar diketahui sedini mungkin guna mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat. Semoga artikel kehamilan ini bisa menjadi sesuatu hal yang bermanfaat bagi Bunda!

Leave a Reply