Tips Cara Menghitung Masa Subur Wanita Agar Cepat Hamil

Salah satu cara ampuh agar istri cepat hamil secara alami adalah dengan cara mengetahui masa subur istri. Karena masa subur adalah waktu dimana sel telur siap dibuahi oleh sperma. Jika suami-istri berhubungan intim saat istri sedang masa subur, apalagi pada saat puncak kesuburan, maka akan memperbesar peluang untuk cepat hamil.

Sebenarnya ada beberapa perubahan pada tubuh wanita saat masa suburnya datang. Namun, tidak semua wanita bisa membedakannya. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang sama sekali tidak mengetahui tanda-tanda masa subur dirinya sendiri.

Padahal, jika seorang wanita mau lebih teliti dan mencermati segala bentuk perubahan-perubahan pada dirinya, otomatis dia akan tahu kapan masa suburnya tiba. Bahkan, dia tidak perlu memakai perhitungan kalender apalagi sampai memakai kalkulator kesuburan/alat tes masa subur.

Dengan mengetahui kapan masa subur wanita (istri) tiba, pasangan suami-istri sangat terbantu dalam pelaksanaan program kehamilan. Tidak hanya itu saja, pengetahuan tentang masa subur istri juga berguna bagi pasangan yang ingin menunda kehamilan, yaitu dengan cara tidak melakukan hubungan intim pada periode masa subur (sehari sebelum dan sehari sesudah ovulasi), apalagi pada saat ovulasi. Atau tetap berhubungan tapi dengan menggunakan pengaman (kondom dan sejenisnya) untuk mencegah kehamilan.

Ada beberapa cara untuk mengetahui atau menghitung masa subur wanita, antara lain: berdasarkan siklus haid atau menstruasi, suhu basal tubuh, cek lendir, dan menggunakan kalkulator kesuburan/alat tes penghitung masa subur.

Di sini, HelloBunda.com akan menjelaskan cara menghitung masa subur satu-persatu agar istri cepat hamil.

masa-subur-wanita

  1. Siklus haid atau menstruasi.

Pada umumnya, masa subur dihitung berdasarkan siklus haid atau menstruasi seorang wanita. Selama siklus haidnya teratur, penghitungan akan menjadi mudah. Jadi, sangat penting bagi wanita untuk selalu mencatat kapan tanggal menstruasinya datang. Cara ini termasuk cara yang mudah dan mendekati ketepatan di atas 90 %.

Panjang siklus wanita secara normal bervariasi, rata-rata berkisar antara 22 hingga 36 hari. Sebagian wanita memiliki siklus haid teratur (waktunya sama). Sementara yang lainnya tidak, bisa lebih cepat atau terlambat beberapa hari.

Banyak wanita yang beranggapan, bila menstruasi jatuh pada tanggal 5, maka bulan berikutnya pasti sama. Padahal yang dinamakan siklus teratur bukan ketepatan tanggal, melainkan ketepatan pada periode siklus. Kalau siklusnya 22 hari, maka jarak menuju hari pertama ke haid berikutnya adalah 22 hari. Perlu dicermati, siklus menstruasi bukan berpedoman pada tanggal.

Selain itu juga, tidak sedikit wanita yang menganggap bahwa masa subur adalah hari ke-14. Ini bisa saja keliru, karena ovulasi dan masa subur berbeda-beda setiap wanita, tergantung dari panjang dan teratur atau tidaknya siklus haid tiap-tiap individu. Untuk lebih jelasnya, bisa Bunda simak tabel perhitungan masa subur sesuai siklus menstruasi di bawah ini.

Tabel perhitungan masa subur wanita

Sirkulasi menstruasi Ovulasi Periode masa subur
22 Hari ke-8 Hari ke-7 sampai 9
23 Hari ke-9 Hari ke-8 sampai 10
24 Hari ke-10 Hari ke-9 sampai 11
25 Hari ke-11 Hari ke-10 sampai 12
26 Hari ke-12 Hari ke-11 sampai 13
27 Hari ke-13 Hari ke-12 sampai 14
28 Hari ke-14 Hari ke-13 sampai 15
29 Hari ke-15 Hari ke-14 sampai 16
30 Hari ke-16 Hari ke-15 sampai 17
31 Hari ke-17 Hari ke-16 sampai 18
32 Hari ke-18 Hari ke-17 sampai 19
33 Hari ke-19 Hari ke-18 sampai 20
34 Hari ke-20 Hari ke-19 sampai 21
35 Hari ke-21 Hari ke-20 sampai 22
36 Hari ke-22 Hari ke-21 sampai 23

 

 

Contoh perhitungan masa subur wanita dengan siklus haid teratur sesuai tabel di atas:

Awal menstruasi bulan lalu 1 Januari
Awal menstruasi bulan ini 3 Februari
Siklus menstruasi 33 hari
Ovulasi (masa puncak subur) 22 Februari (19 hari sejak awal menstruasi bulan ini)
Periode masa subur 21-23 Februari (sehari sebelum hingga sehari setelah ovulasi)

 

Jadi berdasarkan perhitungan di atas, masa subur Bunda berlangsung sekitar 3 hari. Namun bukan berarti di luar masa itu, Bunda tidak mungkin hamil. Masa subur wanita adalah waktu terbaik untuk terjadinya pembuahan di dalam rahim. Jadi, di luar masa subur tersebut, tetap ada kemungkinan terjadi kehamilan.

Nah, itu tadi tabel dan tips cara menghitung masa subur wanita dengan siklus menstruasi yang teratur. Tapi bagaimana dengan perhitungan masa subur wanita yang memiliki siklus menstruasi yang berubah-rubah tiap siklus (tidak teratur)?

Bagi Bunda yang mempunyai siklus menstruasi yang tidak teratur, maka Bunda harus mencatat panjang siklus haid minimal selama 6 siklus atau 6 bulan. Dan untuk perhitungannya adalah; dari jumlah hari pada siklus terpanjang, dikurangi dengan 11, akan diperoleh hari subur terakhir dalam siklus haid tersebut. Dan dari jumlah hari pada siklus terpendek dikurangi 18, akan diperoleh hari subur pertama.

Contoh perhitungan masa subur wanita dengan siklus menstruasi yang tidak teratur adalah; apabila siklus terpanjang = 31, sedangkan siklus terpendek = 26, maka masa subur dapat dihitung, 31 – 11 = 20, dan 26 -18 = 8, sehingga didapatkan masa subur Bunda antara hari ke-8 sampai hari ke-20.

Dan agar didapatkan hasil yang maksimal, selain menghitung masa subur wanita (istri), Bunda juga bisa menghitung masa subur pria (suami).

 

  1. Suhu basal tubuh.

Tips cara menghitung masa subur wanita yang kedua adalah dengan mengukur temperatur tubuh atau basal body temperature (BBT), yaitu temperatur tubuh di pagi hari sebelum beraktivitas apapun.

Suhu normal tubuh wanita yang sedang tidak berovulasi adalah 35,5-36,6° Celcius. Tetapi ketika akan datang masa subur, BBT meningkat sekitar 0,2-0,5° Celcius dan tetap pada angka tersebut hingga sesaat sebelum haid atau menstruasi.

Pemeriksaan meliputi pengukuran suhu basal tubuh setiap pagi pada waktu bangun tidur, dan dicatat pada suatu grafik khusus (bisa didapatkan dari dokter). Pengukuran ini biasanya dilakukan selama 3 bulan.

Grafik baru dimulai pada hari pertama menstruasi. Jika menstruasi mulai pada siang hari, hasil pengukuran pada pagi harinya dipindahkan pada grafik yang baru.

Segala sesuatu yang tidak biasa seperti: demam, tidur larut, kondisi sedang stres, dan hal lainnya sebaiknya dicatat.

Jika Bunda mencatat BBT selama 3 siklus atau lebih, Bunda akan lebih mampu memprediksi masa subur Bunda, dengan catatan, jika siklus Bunda teratur atau reguler. Sayangnya, BBT bukanlah cara terbaik untuk menandai kapan saatnya bercinta untuk mencoba hamil (menghitung masa subur).

 

  1. Elastisitas Lendir.

Cara yang lebih sederhana dan tradisional dalam mengetahui masa subur wanita adalah dengan mengecek elastisitas lendir dari mulut rahim. Lendir ini bisa berbentuk kental-basah, hingga kental yang semi-transparan. Perubahan-perubahan ini sebagai tanda berubahnya kadar hormon estrogen dalam tubuh, dan biasanya juga jadi tanda bahwa ovulasi akab segera terjadi.

Jika lendir yang keluar berwarna bening, licin, dan elastis, seperti putih telur mentah, berarti Bunda berada pada masa subur. Lendir yang telah dengan ciri-ciri tadi berfungsi sebagai pelancar dan pelindung perjalanan sperma ke tuba fallopi, sehingga dapat bertemu dengan sel telur.

Atau Bunda bisa mengecek elastisitas lendir dengan menggunakan jari. Caranya: rekatkan jari telunjuk dan ibu jari yang telah dioleskan lendir, lalu buat jarak 2 sampai 3 cm. Apabila lendir tersebut putus, maka Bunda berada dalam kondisi tidak subur. Dan jika tidak putus atau elastis, maka sedang dalam masa subur.

Volume lendir yang lebih banyak dan kekentalannya yang berbeda sebetulnya dapat juga dirasakan, dan menjadi indikator datangnya masa subur wanita. Singkat kata, pada masa subur vagina biasanya terasa lebih basah dibanding hari-hari biasanya. Namun metode sederhana mengetahui kesuburan wanita ini hanya memiliki tingkat 60% s/d 70% saja.

 

  1. Kalkulator kesuburan atau alat tes penghitung masa subur.

Tips cara menghitung masa subur wanita yang keempat adalah dengan menggunakan kalkulator atau monitor kesuburan. Alat tes masa subur ini digunakan melalui air urin dengan mengukur hormon lutein yang keluar sesaat sebelum masa subur wanita.

Cara menghitung masa subur ini terbilang paling mudah dan efektif. Terlebih bagi Bunda yang memiliki siklus haid tidak teratur. Dan juga alat ini mempunyai tingkat ketepatan 90% sampai 95%. Bunda bisa membelinya di Apotek atau tanyakan ke dokter kandungan Bunda.

Untuk semakin memperkuat prediksi hari paling subur, Bunda dapat menggunakan beberapa indikator lain seperti:

Munculnya perasaan ringan hingga berat pada bagian perut atau salah satu di antara bagian punggung. Ada di antara wanita yang mendapati perasaan-perasaan seperti ini di saat masa ovulasi. Biasanya hal ini bisa digunakan sebagai cara untuk dapat mendeteksi saat yang paling subur dibanding yang lainnya.

Munculnya gairah yang lebih tinggi. Biasanya wanita yang berada pada masa subur akan merasa lebih bergairah dari biasanya, bersemangat tinggi, juga lebih mudah dalam bersosialisasi.

 

Detail Siklus Haid yang Bisa Anda jadikan Acuan.

Supaya lebih jelas tentang hal-hal yang biasanya terjadi pada wanita yang dalam masa haid, berikut kami paparkan detail siklus haid, hari per hari yang biasanya terjadi.

Hari pertama sampai kelima (1-5):

Terjadinya menstruasi karena tidak adanya pembuahan saat masa subur, dalam artian anda tidak dalam keadaan hamil. Saat seperti ini biasanya kadar progesteron dan estrogen cukup rendah. Biasanya, suhu tubuh berada di kisaran 35.5-36.6° Celcius.

Hari keenam sampai ketujuh (6-7):

Dalam hari-hari ini, biasanya otak kita akan memproduksi hormon-hormon, dimana hormon inilah yang akan memberikan rangsangan untuk terbentuknya sel telur.

Hari kedelepan (8) (terkadang bisa molor sampai hari kedua belas (12): 

Pada keadaan ini, biasanya dinding rahim akan mengalami penebalan sehingga menjadikan suplai pembulu darah terjadi peningkatan, hal itu terjadi sebagai bentuk persiapan dalam menerima sel telur yang nantinya akan dibuahi.

Hari kesepuluh (10):

Lindir vagina biasanya wujudnya agak lengket dan pekat.

Hari kedua belas (12):

Pada hari kedua belas ini, lendir dalam vagina akan terlihat lebih elastis, bening, dan licin, hal ini sebagai tanda bahwa ovulasi sudah dekat. Meskipun belum masuk ovulasi karena kemungkinan ovulasi masih beberapa hari lagi, kegiatan seksual yang dilakukan pada masa-masa ini bisa berakibat kehamilan, hal itu disebabkan oleh kemampuan bertahan hidup sperma di tubuh wanita selama 2-5 hari.

Hari ketiga belas (13):

Estrogen mengalami suatu peningkatan yang drastis hingga akhirnya terjadi penurunan.

Hari keempat belas (14):  

Penurunan kadar estrogen pada hari ketiga belas memicu terjadinya produksi hormon lain, hingga mengakibatkan ovarium melepaskan sel telur. Proses ini disebut sebagai ovulasi. Dalam kondisi ini, biasanya sel telur bisa bertahan hidup selama 12-24 jam.

Hari kelima belas sampai dua puluh dua (15-22):

Kalau tidak terjadi suatu pembuahan, biasanya masa subur telah berakhir. Lendir akan terlihat pekat dan keruh.

Hari kedua puluh lima sampai dua puluh tujuh (25-27):

Sebab pembuahan tidak terjadi, maka kadar progesteron menjadi turun dan terjadinya kekentalan pada lendir, bahkan tidak ada produksi lendir sama sekali.

Hari kedua puluh delapan (28):

Terjadi penurunan kadar hormon estrogen dan progesteron, disebabkan tidak terjadi pembuahan. Jika penurunan itu terjadi, kemungkinan esok harinya menstruasi datang.

 

Itulah 4 tips cara menghitung masa subur yang dapat membantu Bunda mengidentifikasi masa puncak kesuburan atau ovulasi dalam siklus menstruasi. Dan juga Bunda akan lebih mudah dalam merencanakan kehamilan serta melakukan evaluasi kesehatan reproduksi. Semoga artikel kehamilan ini bermanfaat!

No Responses

Leave a Reply