Tahap Perkembangan Janin Trimester Pertama Usia Kehamilan

Tidak ada yang salah jika para calon Bunda antusias untuk menggali berbagai info tentang kehamilan. Terlebih lagi tentang pertumbuhan dan perkembangan janin di dalam perut. Tidak cukup dengan konsultasi ke dokter kandungan atau bidan saja, tetapi sering kali hingga mencari informasi lewat internet.

Hal ini wajar. Karena selain rasa penasaran, tanpa Bunda sadari, ikatan batin antara Bunda dan janin akan mulai terbangun, meskipun Bunda belum bisa menyaksikan sosok bayi secara nyata. Pengetahuan ini juga berguna untuk mengetahui kesehatan janin secara keseluruhan.

Oleh karena itu, kami menyajikan artikel seputar kehamilan yang berhubungan dengan proses pertumbuhan dan perkembangan janin sesuai dengan periode kehamilan, mulai dari trimester pertama, trimester kedua, hingga trimester ketiga.

usia-kehamilan-trimester-pertama

Pada kesempatan kali ini, HelloBunda.com akan menjelaskan gambaran secara umum mengenai pertumbuhan dan perkembangan janin trimester pertama di dalam kandungan yang dimulai sejak minggu ke-1 usia kehamilan hingga minggu ke-12. Berikut ulasannya:

 

  1. Perkembangan janin minggu ke-1

Sebenarnya, pada minggu pertama kehamilan, pembuahan belum terjadi. Bahkan Bunda masih mengalami menstruasi seperti pada bulan-bulan sebelumnya. Oleh karena itu, cara menghitung atau menentukan tanggal perkiraan kelahiran bayi nantinya berdasarkan pada hari pertama haid atau menstruasi terakhir Bunda.

Pada masa ini, seluruh sel telur berkumpul dan membentuk seperti lingkaran yang mengelilingi matahari di dalam rahim Bunda. Sel-sel telur ini menunggu datangnya sel sperma untuk memulai proses pembuahan.

 

  1. Perkembangan janin minggu ke-2

Perkembangan janin minggu ke-2, uterus (dinding rahim) mulai menebal dan mempersiapkan untuk tahap ovulasi. Jika pasangan suami-istri berhubungan intim pada masa ini, maka mereka mempunyai peluang besar untuk meningkatkan kemungkinan terjadinya konsepsi.

Berkembangnya lapisan rahim saat ini, berguna untuk mempersiapkan sel telur yang akan dibuahi nantinya. Kemudian sel sperma akan menempel ke dalam ovum (inti sel telur).

 

  1. Perkembangan janin minggu ke-3

Perkembangan janin minggu ke-3, zigot (sel telur yang telah dibuahi) tidak berdiam diri di saluran telur. Akan tetapi ia melanjutkan perjalanan ke rahim dengan melewati tuba fallopi. Perjalanan ini memakan waktu sekitar 3-4 hari setelah pembuahan. Karena adanya kontraksi dari otot-otot yang berada di sekitar rahim, sehingga menyebabkan zigot bisa sampai ke rahim.

Selama menempuh perjalanan, zigot akan terus membelah diri. Pada pembelahan pertama, zigot akan membentuk 16 sel yang disebut dengan istilah tahap morula. Pembelahan zigot akan terus terjadi hingga akhirnya membentuk sel bulat berongga seperti bola yang disebut blastokista, yang mana ia akan terus mengapung bebas di dalam rahim sekitar 2-3 hari. Blastokista ini mempunyai sel sebanyak 32-64.

Sekitar 6 sel dari blastokista akan membentuk massa sel yang disebut embrio (bakal janin). Sedangkan sebagian lainnya akan berkembang menjadi plasenta atau ari-ari. Fungsi dari plasenta adalah untuk menyalurkan oksigen dan seluruh nutrisi yang dibutuhkan janin melalui sang ibu.

Kehamilan baru dimulai ketika blastokista menempel pada lapisan rahim, yang dikenal dengan istilah implantasi. Biasanya implantasi dimulai sekitar 6 hari setelah pembuahan. Ukuran blastokista kira-kira sebesar kepala jarum pentul, dan akan tetap berada di rahim kurang lebih selama sembilan bulan ke depan atau 40 minggu.

Nah, pada minggu ke-3 inilah kehamilan terjadi. Namun, Bunda mungkin belum bisa merasakan tanda awal kehamilan, meskipun sebagian wanita ada yang merasakan kram dan berat pada area vaginanya. Untuk itu, tetaplah jaga kebugaran tubuh Bunda dengan berolahraga secara teratur.

 

  1. Perkembangan janin minggu ke-4

Perkembangan janin minggu ke-4, Bunda tidak akan mengalami menstruasi lagi. Hal ini kemungkinan akan menjadi tanda-tanda kehamilan Bunda. Pada saat ini, embrio masih terlalu kecil dan hanya terdiri dari lapisan sel-sel yang akan menjadi organ dan jaringan tubuh bayi nantinya.

Tidak sedikit ibu hamil muda mengalami tanda awal kehamilan, seperti: kram, flek pendarahan, dan meningkatnya keputihan. Pendarahan atau flek ini seringkali dikira menstruasi, padahal sebenarnya merupakan pendarahan implantasi, yaitu pendarahan akibat tertanamnya sel telur yang dibuahi (zigot) pada dinding rahim.

Bahkan ada sebagian wanita yang merasakan gejala kehamilan kurang lebih mirip dengan apa yang mereka rasakan setiap bulan sebelum periode menstruasi, seperti: sakit punggung, sakit kepala, nyeri payudara, dan sebagainya.

 

  1. Perkembangan janin minggu ke-5

Perkembangan janin minggu ke-5, ukuran janin dalam kandungan Bunda sebesar biji apel yang disebut dengan istilah embrio, yang mana memiliki panjang kurang lebih 0,118 inchi dari kepala hingga bokong atau tulang ekor. Meskipun dengan ukuran sekecil itu, embrio sudah mempunyai detak jantung sendiri.

Otak primer dan sistem saraf sudah mulai terbentuk, bahkan mampu berkembang dengan sangat cepat, yaitu sekitar 100 sel per-menit. Sedangkan lapisan yang akan membentuk amnion (cairan ketuban) juga mulai mengumpul. Cairan inilah yang nantinya akan berfungsi sebagai pelindung embrio dari berbagai macam bahaya yang dapat terjadi di dalam rahim maupun bahaya dari luar, seperti: perut Bunda terbentur benda keras, terjatuh, ataupun bahaya lainnya.

Pada minggu ini, Bunda biasanya akan mulai merasakan mual dan muntah, khususnya di pagi hari yang terkenal dengan istilah morning sickness. Meskipun tidak semua wanita hamil sama. Karena ada yang mulai mengalaminya pada minggu ke-6 atau bahkan pada minggu-minggu setelahnya.

Untuk mengurangi rasa mual dan muntah tersebut, usahakan perut Bunda tidak sampai kosong, dan sebaiknya Bunda makan dalam jumlah kecil namun sering, serta hindari makanan dengan aroma yang kuat dan berminyak.

 

  1. Perkembangan janin minggu ke-6

Perkembangan janin minggu ke-6, embrio semakin berkembang, dan bentuk tubuhnya hampir menyerupai berudu. Bentuk kepala, tangan, kaki, dan anggota badan masih seperti tunas.

Selain itu, organ dalam seperti: hati, ginjal, jantung, pangkreas, paru-paru, kelenjar tiroid dan usus mulai pembentukan awal. Begitu juga dengan usus atau plasenta yang menghubungkan janin dengan sang Bunda mulai terbentuk tepat di tali pusar janin.

Umumnya, wanita hamil akan mengalami penurunan berat badan akibat perubahan hormon dan beberapa keluhan yang dirasakan pada awal kehamilan, yang bermula pada minggu ini. Meskipun tidak berlaku bagi semua ibu hamil.

Hal ini dipicu karena adanya rasa mual dan muntah, serta porsi makan yang lebih sedikit. Bahkan ada wanita hamil yang tidak selera makan sama sekali. Selain itu, Bunda juga akan merasakan nyeri pada payudara dan warna daerah areola menjadi lebih gelap dari sebelumnya.

 

  1. Perkembangan janin minggu ke-7

Perkembangan janin minggu ke-7, embrio sudah memiliki jantung yang sudah terbentuk lengkap dengan bilik kanan dan bilik kiri, dan juga sudah mulai berdetak. Bahkan detakan jantung embrio pada minggu ke-7 ini telah mencapai 110-150/menit.

Saraf dan otot juga bekerja bersamaan untuk pertama kalinya. Kedua tangan dan kakinya mulai terpisah satu sama lain dan menekuk untuk pembentukan siku dan lutut. Pada akhir minggu ke-7, pembentukan otak sudah lengkap.

 

  1. Perkembangan janin minggu ke-8

Perkembangan janin minggu ke-8 kehamilan, embrio sudah menjadi janin dengan panjang sekitar 25-30 mm. Otak dan jantung tidak hanya terbentuk, tapi sudah memiliki komponen-komponen yang lengkap. Bahkan jantungnya mulai berfungsi untuk memompa darah dengan kuat dan irama yang teratur.

Begitu juga dengan organ reproduksi dan kartilago atau tulang rawan. Jika gen memicu perkembangan testis, maka janin akan berkembang menjadi laki-laki. Tetapi jika tidak ada pemicu, janin akan mengembangkan ovarium dan menjadi perempuan.

Organ-organ lainnya seperti: wajah, dahi, ujung hidung, dan mata mulai terbentuk, meskipun posisi mata masih terletak di tepi kepala dengan kelopak mata yang menutup. Sementara telinga luar sudah terbentuk sempurna. Dan jaringan saraf yang menghubungkan lobi penciuman di dalam otak pun juga sudah terbentuk.

Sebenarnya, janin sudah mampu bergerak secara refleks  pada akhir minggu ke-8 ini. Sayangnya, Bunda belum dapat merasakan gerakannya sama sekali.

 

  1. Perkembangan janin minggu ke-9

Perkembangan janin minggu ke-9, janin telah berbentuk jelas layaknya seperti bayi yang akan terlahir di dunia nanti. Hidungnya terus berkembang, serta kedua tangannya terlipat dan bertemu tepat di atas dada.

Antara perut dan rongga dada janin sudah mulai terpisah, serta otot mata dan bibir atas juga sudah terbentuk. Namun, kulitnya masih terlihat tipis dan belum berkembang dengan sempurna.

Janin mulai aktif dengan gerakan-gerakan kecil atau pelan. Untuk mengetahui gerakan janin tersebut, Bunda dapat melakukan pemeriksaan dengan USG.

 

  1. Perkembangan janin minggu ke-10

Perkembangan janin minggu ke-10, ukuran panjang janin sudah mencapai 40 mm. Kartilago atau tulang rawannya mulai tergantikan dengan tulang. Seluruh bagian tubuh dan organ-organ lainnya sudah terbentuk, meskipun belum sempurna, seperti: kaki, paha, tangan, lengan, tulang rusuk, diafragma, otot dada, otot perut, dan otot leher.

Pada minggu ini, otak berkembang dengan cepat, sehingga ukuran kepala menjadi lebih besar daripada ukuran tubuh. Jari tangan dan kaki juga mulai memanjang. Serta plasenta sudah berfungsi meskipun hanya mampu memproduksi hormon saja.

 

  1. Perkembangan janin minggu ke-11

Perkembangan janin minggu ke-11, ukuran panjang janin dua kali lipat daripada ukuran panjang sebelumnya. Organ tubuhnya pun sudah lengkap dan tinggal menunggu pertumbuhan dan perkembangan pada dua trimester berikutnya. Bahkan rambut, kuku tangan dan kaki pun sudah tumbuh.

Karena dipicu oleh hormon, akibatnya organ kelamin luar janin mulai muncul, sehingga bisa dibedakan apakah janin akan terlahir sebagai bayi laki-laki atau perempuan.

 

  1. Perkembangan janin minggu ke-12

Perkembangan janin minggu ke-12, pada saat Bunda USG, pastinya akan menemukan ukuran CRL sekian. Apa itu CRL? CRL (Crown-rump Length) adalah istilah yang digunakan untuk mengukur panjang janin mulai dari ujung kepala hingga bokong. CRL berguna untuk memperkirakan berapa usia kehamilan Bunda.

Janin memiliki CRL 2-3 inci, yaitu sekitar 6-7,5 cm. Meskipun ukuran janin sebesar ibu jari, namun organ dalam dan luar tubuhnya semakin berkembang. Bahkan ginjal janin mulai mengeluarkan urin dan kelanjar keringat berfungsi untuk pertama kalinya.

Tulang-tulang janin mulai mengeras. Dan bentuk wajahnya mulai terlihat ke penampakan yang normal, sebab mata dan telinganya sudah berada pada posisi semestinya. Serta dahinya semakin menonjol akibat dipicu oleh perkembangan otak janin.

Rasa refleks janin terhadap sentuhan pun semakin meningkat. Jika Bunda memegang perut, dan mengenai tangannya, maka jari tangan janin akan mengepal. Begitu juga jika sentuhan Bunda mengenai kakinya, maka otomatis dia akan bergerak. Karena janin sudah mulai bisa menendang-nendang dan juga mungkin mulai mengisap.

Dengan berakhirnya minggu ini, berarti Bunda telah melewati trimester pertama usia kehamilan. Tentunya Bunda bisa merasakan perut bagian bawah agak buncit, meskipun Bunda belum terlihat seperti wanita hamil dengan perut yang membesar. Karena masih ada dua trimester lagi yang harus dilewati janin untuk pertumbuhan semua organ tubuhnya.

Pada trimester pertama ini, Bunda dituntut untuk tetap menjaga asupan gizi yang Bunda konsumsi, meskipun sering mengalami berbagai macam keluhan. Karena pada awal-awal kehamilan ini merupakan masa penting untuk pembentukan janin. Selain itu juga, Bunda harus selalu menjaga kesehatan tubuh.

Jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter kandungan atau bidan jika Bunda merasa ada sedikit ketidaknyamanan, atau belum bisa mengatasi berbagai keluhan selama kehamilan. Karena jika Bunda mengalami keluhan yang parah, mungkin itu menjadi salah satu indikasi atau tanda-tanda bahaya kehamilan. Jadi bisa dideteksi sedini mungkin dan segera dicari solusinya. Semoga artikel kehamilan ini bermanfaat!

No Responses

Leave a Reply