Tahap Perkembangan Janin Trimester Ketiga Usia Kehamilan

Tahapan ini merupakan tahapan akhir dari masa kehamilan yang kurang lebih 9 bulan atau 40 minggu. Pada periode kehamilan ini, hampir semua organ tubuh janin sudah terbentuk, hanya saja masih butuh pengembangan yang lebih kompleks lagi, dan kinerja fungsi organ tersebut dalam proses penyempurnaan.

Usia kehamilan trimester ketiga merupakan masa hamil 7 bulan hingga 9 bulan lebih, atau usia kehamilan yang terhitung dari minggu ke-28 hingga minggu ke-40. Pada trimester ketiga ini, ibu hamil terkadang mengalami kontraksi palsu atau yang terkenal dengan istilah Braxton-Hicks Contraction, yaitu daerah sekitar rahim mengeras dan tegang seolah-olah waktu persalinan akan tiba.

Selain itu, Bunda akan merasa lebih cepat lelah dibanding minggu-minggu sebelumnya. Sebab, beban perut yang semakin hari semakin berat dan membesar. Belum lagi Bunda akan kesulitan untuk mencari posisi tidur yang nyaman. Banyak ahli yang menyarankan untuk tidur miring ke kiri. Karena posisi tersebut merupakan posisi terbaik saat kehamilan sudah mulai memasuki usia trimester ketiga.

trimester-ketiga-usia-kehamilan

Periode kehamilan trimester akhir ini merupakan detik-detik penantian si kecil terlahir di dunia. Sebab, tidak sedikit ibu hamil yang sudah melahirkan padahal janin baru berusia 7 bulan dalam kandungan, yang umum dikenal dengan istilah lahir prematur, yaitu bayi yang lahir sebelum usia kandungan mencapai 37 minggu.

Hanya 5% saja bayi yang lahir sesuai dengan hari perkiraan lahir berdasarkan hitungan dokter atau bidan. Karena hari lahir sering kali maju atau mundur. Sebagian ibu hamil melahirkan pada usia minggu ke-41 hingga 42. Dan sebagian lainnya melahirkan dengan usia kehamilan kurang dari 40 minggu. Bahkan pada minggu ke-28 sudah lahir. Sehingga bayi harus dirawat secara khusus.

Otak manusia mempunyai masa keemasan yang dimulai dari terbentuknya janin dalam kandungan hingga anak berumur 2 tahun, yang umum dikenal dengan istilah 1000 hari pertama kehidupan. Maka dari itu, jika Bunda berharap untuk bisa memiliki anak yang tumbuh sehat dan pintar, penuhi gizi seimbang, maka jangan lupa untuk memperbanyak makanan yang mengandung omega 3, serta sering-seringlah menstimulasi janin guna merangsang perkembangan dan kinerja otaknya.

 

Berikut tahap pertumbuhan dan perkembangan janin pada trimester ketiga usia kehamilan:

  1. Perkembangan janin minggu ke-28

Perkembangan janin minggu ke-28, janin memiliki panjang secara keseluruhan dari ujung kepala hingga ujung kaki berkisar antara 35 hingga 37 cm, dengan berat badan sekitar 900 gram. Pada minggu ini, jaringan otak janin semakin berkembang dengan pesat, bahkan janin sudah bisa bermimpi. Alis dan kelopak mata janin sudah mulai terbentuk. Sementara bola mata sudah tidak tertutupi oleh selaput.

 

  1. Perkembangan janin minggu ke-29

Perkembangan janin minggu ke-29, janin memiliki CRL sekitar 10,5 inci, atau sekitar 27 cm. Sedangkan panjang janin secara keseluruhan sekitar 38 cm. (CRL merupakan ukuran panjang janin dari ujung kepala hingga bokong (karena kaki janin melipat) yang dimulai dari usia kehamilan minggu ke-20 hingga seterusnya). Pada minggu ini, berat janin sudah mencapai 1 kg.

 

  1. Perkembangan janin minggu ke-30

Perkembangan janin minggu ke-30, janin mempunyai panjang sekitar 39 cm dengan berat ± 1,1 kg. Pada janin yang berjenis kelamin laki-laki, testis akan mulai turun dari perut ke skrotum yang sempurna hingga minggu ke-40. Proses penurunan testis ini biasanya dimulai antara minggu ke-30 hingga ke-34, dikarenakan tiap janin memulai proses tersebut pada waktu yg berbeda.

Mata janin tidak hanya mampu membedakan antara gelap dan terang, bahkan mampu fokus pada cahaya. Maka dari itu, Bunda bisa menstimulasi kinerja mata janin dengan cara menyalakan dan mematikan senter pada perut secara bergantian, atau mengarahkan cahaya senter pada bagian perut tertentu kemudian pindah pada bagian perut lainnya. Selain itu, janin juga mulai meniru cara bernafasnya Bunda, yaitu dengan menggerakkan diafragma ke atas dan ke bawah.

Tidak hanya Bunda saja yang bisa merasakan gerakan janin, bahkan calon ayah pun bisa mulai merasakan gerakan janin dengan cara mengelus atau meraba perut Bunda. Dan siap-siaplah merasakan tendangannya. Bunda pun bisa merasakan apakah itu tangan atau kaki yang sedang bergerak.

Pada minggu ini, Bunda akan mulai kesulitan untuk tidur atau insomnia. Sebab, ukuran rahim yang semakin membesar dengan posisi puncak rahim berada 10 cm di atas pusar. Sehingga Bunda akan kesulitan untuk mencari posisi tidur yang nyaman. Bunda juga akan lebih sensitif, mudah stres terhadap tekanan, ingin lebih dimanja, ingin mendapatkan perhatian khusus, dan lain sebagainya.

 

  1. Perkembangan janin minggu ke-31

Perkembangan janin minggu ke-31, janin memiliki CRL sekitar 11 inci, yaitu sekitar 28 cm. Sedangkan ukuran panjang janin secara keseluruhan sekitar 40 cm, dengan berat badan janin sekitar 1,4 kg.

Semua organ tubuh janin sudah lengkap, hanya saja otak masih dalam proses pengembangan. Bahkan jaringan otak yang menghubungkan indera peraba juga sudah berfungsi, sehingga janin mulai merasakan sakit jika berada dalam posisi yang kurang pas atau tidak nyaman.

Pada minggu ini, biasanya payudara Bunda semakin membesar dan mulai mengeluarkan cairan kekuningan yang disebut kolostrum. Hal ini normal dan wajar, sebab kolostrum merupakan cairan pra-ASI yang keluar sebelum dan sesudah melahirkan (sekitar seminggu setelah melahirkan). Cairan kolostrum ini sangat penting untuk bayi, karena mengandung antioksidan tinggi dibanding ASI.

Selain itu, rutinlah memeriksakan tekanan darah ke dokter kandungan atau bidan, guna menghindari gejala preeklamsia, seperti: mata berkunang-kunang, pusing atau sakit kepala, nyeri bagian bawah tulang iga sebelah kanan, dan disertai tekanan darah yang tinggi. Kurangi konsumsi garam dan makanan yang asin agar pembengkakan pada kaki tidak semakin parah. Bunda juga bisa mengurangi pembengkakan dengan cara memperbanyak istirahat.

 

  1. Perkembangan janin minggu ke-32

Perkembangan janin minggu ke-32, janin memiliki ukuran panjang secara keluruhan sekitar 40,5 cm, dengan berat badan sekitar 1,6 kg. Lanugo (bulu rambut halus) yang menutupi sebagian besar kulit janin agar suhu tubuhnya tetap hangat, mulai berjatuhan atau rontok. Akan tetapi hanya sebagian saja.

Normalnya, janin akan mulai memutar tubuhnya dengan posisi kepala berada di bawah, guna mempersiapkan kelahiran, kecuali pada kasus bayi yang sungsang atau bayi melintang.

Meskipun begitu, janin masih bisa memutar tubuhnya dan bergerak hingga mencapai 375 kali per hari, namun gerakan ini tidak bisa Bunda rasakan semua. Kemungkinan hanya 10 gerakan per hari saja yang dapat Bunda rasakan. Tetapi Bunda tidak perlu khawatir, karena hal ini normal dan wajar.

Bunda bisa sesekali mengusap perut searah jarum jam, agar janin kembali pada posisi semula (kepala berada di bawah). Namun, jangan mengusap perut secara berlebihan dengan frekuensi yang sering, karena disamping untuk menghindari persalinan dini, juga dikhawatirkan janin terlilit tali pusat.

Mulai minggu ini, intensitas kunjungan ke dokter kandungan atau bidan harus ditingkatkan. Yang mana dulunya kunjungan dilakukan sebulan sekali, sekarang menjadi tiap 2 minggu sekali. Hal ini diperlukan untuk pemeriksaan kesehatan Bunda dan janin secara keseluruhan, untuk menghindari kehamilan bahaya dan persiapan persalinan.

 

  1. Perkembangan janin minggu ke-33

Perkembangan janin minggu ke-33, janin memiliki CRL sekitar 12 inci, yaitu ± 30 cm. Sedangkan ukuran panjang janin secara keseluruhan sekitar 41,5 cm, dengan berat badan sekitar 1,8 kg.

Jari jemari janin sudah sempurna seperti pada saat terlahir nanti, hanya berbeda ukuran panjang dan besarnya saja yang sesuai dengan usia janin. Paru-parunya juga mulai berfungsi, sehingga janin mulai belajar bernafas. Bunda mungkin akan merasakan sentakan kecil secara tiba-tiba saat janin mengalami cegukan dalam proses berlatihnya.

Karena ukuran rahim semakin lama semakin membesar, akibatnya perut Bunda akan lebih sensitif terhadap makanan tertentu. Untuk itulah, hindari makanan asam, pedas, berminyak, dan mengandung banyak gas, serta makanlah dengan porsi kecil tapi dalam frekuensi yang sering.

 

  1. Perkembangan janin minggu ke-34

Perkembangan janin minggu ke-34, janin berkembang dengan pesat. Sehingga pada minggu ini, ukuran panjang janin sekitar 43 cm dengan berat 2 kg. Dahi dan bulu mata sudah terbentuk sempurna, bahkan janin sudah pintar berkedip-kedip. Dia akan mengecilkan atau menutup mata saat ada cahaya yang mengenai matanya. Jika janin berjenis kelamin laki-laki, maka testisnya akan terbentuk dengan sempurna pada minggu ke-34 ini.

 

  1. Perkembangan janin minggu ke-35

Perkembangan janin minggu ke-35, janin memiliki CRL sekitar 12,5 inci, yaitu sekitar 32 cm. Sedangkan ukuran panjang janin secara keseluruhan mencapai 44,5 cm dengan berat sekitar 2,3 kg. Karena ukuran janin semakin besar, sehingga memenuhi hampir seluruh ruangan rahim dan gerakan janin terbatasi.

Pada minggu ini, kinerja paru-paru janin sudah mulai matang. Karena posisi kepala janin berada di rahim bagian bawah serta mulai memasuki daerah panggul, mengakibatkan adanya penekanan pada kandung kemih. Sehingga Bunda akan sering buang air kecil dibanding minggu-minggu sebelumnya.

 

  1. Perkembangan janin minggu ke-36

Perkembangan janin minggu ke-36, janin memiliki panjang secara keseluruhan sekitar 46 cm, dengan berat sekitar 2,5 kg. Tubuh janin semakin gemuk, dan kulitnya tidak lagi berkerut seperti sebelumnya. Janin sudah pintar bernafas, dan belajar menghisap serta menelan guna mempersiapkan diri dalam proses ASI setelah terlahir di dunia nantinya.

Kemungkinan, Bunda akan mulai merasakan kontraksi pada minggu-minggu ini, meskipun tidak semua ibu hamil mengalaminya. Namun Bunda tidak perlu cemas, karena kontraksi tersebut bukan kontraksi yang sebenarnya, melainkan kontraksi palsu atau Braxton-Hicks Contraction yang menunjukkan bahwa janin sudah cukup matang untuk dilahirkan.

Agar Bunda merasa lebih tenang dan rileks, tidak ada salahnya untuk berkonsultasi pada dokter kandungan atau bidan guna memastikan kebenaran dari kontraksi tersebut. Karena minggu ke-36 ini merupakan minggu terakhir dari masa rawan persalinan dini atau kelahiran prematur.

 

  1. Perkembangan janin minggu ke-37

Perkembangan janin minggu ke-37, janin memiliki CRL sekitar 13-14 inci, yaitu sekitar 34-36 cm. Sedangkan ukuran panjang janin secara keseluruhan mencapai 47 cm dengan berat badan sekitar 2,7 kg.

Dimulai pada minggu inilah, janin sudah siap untuk dilahirkan. Karena semua organ tubuhnya sudah sempurna dan mampu bekerja sendiri. Serta janin mulai mengeluarkan hormon cortisone yang bisa membantu mematangkan organ pernafasannya.

Pada minggu ini, janin sudah memiliki pemahaman yang kuat. Maka dari itu, sering-seringlah berkomunikasi dengannya sambil memberikan sentuhan lembut pada perut Bunda, terlebih pada saat Bunda sibuk membeli segala perlengkapan untuk menyambutnya saat terlahir di dunia.

 

  1. Perkembangan janin minggu ke-38

Perkembangan janin minggu ke-38, ukuran panjang janin sekitar 48 cm dengan berat badan sekitar 2,9 kg. Janin sudah menyimpan banyak lemak di tubuhnya, sehingga suhu tubuhnya akan stabil pada saat dia dilahirkan. Begitu juga dengan antibodi yang tersalurkan melalui plasenta, akan membantunya bertahan hidup dengan kesehatan yang baik dalam beberapa bulan setelah dia lahir.

Rambut janin mulai memanjang sekitar 5 cm. Begitu juga dengan kukunya. Dan kulit janin mulai berubah sedikit merah jambu. Bunda akan merasakan lebih cepat lelah dan sakit punggung dengan frekuensi yang sering dibanding minggu-minggu sebelumnya.

 

  1. Perkembangan janin minggu ke-39

Perkembangan janin minggu ke-39, janin memiliki ukuran panjang sekitar 49 cm dan berat badan mencapai 3,2 kg. Pada minggu ini, diharapkan Bunda dan pasangan selalu siap siaga, karena persalinan bisa terjadi di mana dan kapan saja.

 

  1. Perkembangan janin minggu ke-40

Perkembangan janin minggu ke-40, sebagian besar ibu hamil melahirkan pada minggu ini. Jika Bunda termasuk salah satunya, maka berat badan janin sekitar 3,3 kg. Dan CRL janin berkisar antara 18 hingga 22 inci, yaitu sekitar 46-56 cm dengan panjang secara keseluruhan (kedua kaki janin dalam posisi lurus).

Hampir semua vernix caseosa (lemak menyerupai keju yang melindungi seluruh tubuh janin dari amnion atau cairan ketuban, sehingga janin tidak basah dan suhu tubuh stabil) dan lanugo (bulu rambut halus) menghilang. Namun, tidak sedikit bayi yang terlahir dengan lanugo masih menempel. Hal ini wajar, sebab lanugo akan hilang dengan sendirinya dalam beberapa bulan setelah bayi lahir.

Demikianlah tahap perkembangan janin trimester ketiga usia kehamilan. Pada akhir trimester ini, Bunda dan pasangan diharapkan selalu siaga dan peka terhadap perubahan tubuh. Dan yang tidak kalah penting, Bunda harus tahu tanda-tanda apa saja yang menjadi indikator bahwa persalinan semakin dekat. Sebab, tidak sedikit ibu hamil yang minim akan pengetahuan dan segala informasi seputar kehamilan dan persalinan, yang ujung-ujungnya merugikan dirinya sendiri. Semoga artikel kehamilan ini bermanfaat!

Leave a Reply