Tahap Perkembangan Janin Trimester Kedua Usia Kehamilan

Setelah Bunda banyak belajar tentang tahap pertumbuhan dan perkembangan janin pada trimester pertama, alias fase 1-3 bulan masa kehamilan, pastinya Bunda akan lebih hati-hati dalam menjaga janin di dalam kandungan dan memastikan dia selalu aman. Karena usia 3 bulan ini merupakan masa penting dalam pembentukan awal janin dan rawan keguguran.

Memasuki usia kehamilan trimester kedua, yaitu mulai minggu ke-13 hingga minggu ke-27, merupakan masa kehamilan yang paling aman dan nyaman di antara ketiga periode kehamilan lainnya, yaitu kehamilan trimester pertama (masa adaptasi dan harus menghadapi berbagai keluhan awal kehamilan) dan kehamilan trimester ketiga (beban perut yang semakin berat dan membesar).

Hal ini disebabkan karena keluhan-keluhan yang Bunda alami saat hamil muda mulai menghilang dengan sendirinya, seperti: morning sickness, pusing, lemas, pembengkakan pada kaki, dan sebagainya. Sehingga Bunda bisa makan seperti waktu sebelum hamil. Namun, Bunda harus selalu ingat, bahwa di dalam perut ada janin yang harus terpenuhi nutrisi dan gizinya.

kehamilan-trimester-kedua

Oleh karena itu, Bunda harus bisa memilah dan memilih makanan sehat yang dikonsumsi tiap harinya. Karena masa ini merupakan masa lanjutan dari penyempurnaan organ tubuh janin. Pastikan gizi seimbang dan nutrisi yang dibutuhkan janin tercukupi, terlebih lagi asam lemak omega 3 yang sangat dibutuhkan janin untuk pembentukan dan penyempurnaan otaknya. Selain itu, jangan lupa untuk mengkonsumsi zat besi dan vitamin C yang membantu janin dalam pembentukan sel-sel darah merah.

Pada umumnya, ibu hamil ketika memasuki trimester kedua ini, akan mengalami sembelit dan wasir yang menyebabkan sulit untuk buang air besar. Untuk itu, perbanyak minum air putih dan tambah porsi sayuran dan buah-buahan dalam menu keseharian Bunda, agar Bunda bisa mengatasi sembelit dan selalu dalam keadaan fit.

Di samping hilangnya keluhan dan gejala kehamilan yang terjadi pada trimester pertama, perubahan fisik dengan membesarnya perut mulai terasa dan kelihatan jelas, meskipun tiap ibu hamil berbeda. Ada sebagian yang sudah terlihat jelas sejak memasuki minggu ke-13 usia kehamilan, tetapi sebagian lainnya baru mulai terlihat perut membuncit pada minggu ke-20 bahkan lebih.

Karena perut baru mulai membesar, dan selera makan sudah kembali normal, sehingga Bunda akan merasa lebih lincah dan semangat dalam beraktivitas dibanding minggu-minggu sebelumnya. Namun, tetap kontrol aktivitas dan porsi makan Bunda, jangan sampai terjadi kenaikan berat badan yang signifikan sehingga mengakibatkan terjadinya obesitas.

Lantas, apa yang terjadi pada janin di bulan ke-4 hingga ke-6 usia kehamilan? Berikut fase pertumbuhan dan perkembangan janin usia kehamilan trimester kedua dari minggu ke-13 hingga minggu ke-27:

 

  1. Perkembangan janin minggu ke-13

Perkembangan janin minggu ke-13, janin memiliki CRL sekitar 3 inci, yaitu kurang lebih 8 cm dan berat sekitar 30 gram. Rambut mulai tumbuh dan langit-langit mulut mulai terbentuk, sehingga dia menggerak-gerakkan bibirnya untuk merangsang otot-otot mulut dan daya hisapnya.

 

  1. Perkembangan janin minggu ke-14

Perkembangan janin minggu ke-14, panjang janin sekitar 9 cm, dan berat kurang lebih 60 gram. Organ janin seperti: hati, pangkreas dan limpa mulai berfungsi. Janin pun sudah bisa menggerak-gerakkan kepalanya sesekali, bahkan ada yang bisa mengerutkan keningnya. Kelenjar prostat mulai berkembang pada janin laki-laki, sedangkan pada janin perempuan, ovarium mulai turun dari perut ke daerah panggul.

 

  1. Perkembangan janin minggu ke-15

Perkembangan janin minggu ke-15, ukuran panjang janin sekitar 9-10,3 cm. Indera pendengaran janin mulai berfungsi. Namun, baru bisa mendengarkan bunyi perut dan ritme detak jantung Bunda saja.

Pada minggu ini, Bunda bisa melakukan tes atau pemeriksaan antenatal melalui USG dan tes darah untuk mengetahui kelainan genetik akibat adanya kromosom ekstra atau abnormal yang disebut sindrom down. Atau pemeriksaan guna mengetahui apakah terdapat kelainan saat pembentukan otak dan sumsum tulang belakang atau tidak, yang disebut dengan cacat tabung saraf.

 

  1. Perkembangan janin minggu ke-16

Perkembangan janin minggu ke-16, janin memiliki CRL sekitar 4,5 inci, yaitu 12 cm, dengan berat sekitar 110 gram. Meskipun kulit janin masih tipis, tetapi sudah mulai dilapisi dengan rambut-rambut halus yang menjaga keseimbangan suhu tubuh.

Sekitar pada minggu inilah, gerakan janin mulai terasa. Jadi bagi Bunda bersiaplah merasakan gerakan janin untuk pertama kalinya. Selain itu, janin perempuan juga sudah mulai memproduksi ratusan ribu sel telur di ovariumnya.

 

  1. Perkembangan janin minggu ke-17

Perkembangan janin minggu ke-17, ukuran janin sekitar 13 cm dengan berat kira-kira 140 gram. Lemak tubuh mulai terbentuk, yang mana berfungsi untuk menjaga janin agar tetap hangat.

 

  1. Perkembangan janin minggu ke-18

Perkembangan janin minggu ke-18, janin memiliki CRL 5,5-6 inci, yaitu sekitar 14-15 cm dengan berat sekitar 150 gram. Janin sudah mulai aktif dan banyak bergerak, seperti: menendang, mengepal, menggerakkan kepala, dan gerakan lainnya.

Selain itu, janin juga sudah mulai peka terhadap suara di luar rahim tetapi belum terlalu jelas. Pada saat dia dengar suara di luar yang keras, dia akan merespon dengan tendangan atau gerakan yang lain. Beri sentuhan sambil ajak dia berkomunikasi untuk merangsang fungsi otaknya, dan juga perdengarkan musik klasik.

 

  1. Perkembangan janin minggu ke-19

Perkembangan janin minggu ke-19, ukuran panjang janin sudah mencapai 15 cm, dengan berat badan 200 gram. Di dalam gusi janin mulai terbentuk gigi susu dan tunas gigi kekal. Dan kulit janin sudah terlapisi oleh bulu rambut halus yang disebut lanugo secara merata sekujur tubuhnya, kecuali telapak tangan, telapak kaki, bibir, kuku dan kelenjar penis.

 

  1. Perkembangan janin minggu ke-20

Perkembangan janin minggu ke-20, CRL janin sekitar 6,5 inci, yaitu kurang lebih 16 cm. Sedangkan berat janin sekitar 300 gram. Tidak hanya lanugo saja yang menyelimuti seluruh tubuh janin, tetapi vernix caseosa juga, yaitu lemak seperti keju yang berfungsi sebagai pelindung janin dari cairan ketuban, atau disebut juga dengan vernix.

Pembentukan alat reproduksi janin sudah hampir sempurna, bahkan sudah terbentuk rahim pada calon bayi perempuan, dan mampu memproduksi 6 juta sel telur di dalam ovarium. Namun, ketika bayi lahir, sel telur hanya tersisa 1 juta saja.

Karena alat reproduksi bagian luar janin sudah terlihat jelas, Bunda bisa melakukan pemeriksaan USG untuk mengetahui jenis kelaminnya. Bukan hanya itu saja, dengan pemeriksaan USG Bunda bisa mengecek kesehatan janin secara keseluruhan, yang menyangkut jumlah cairan ketuban, kondisi plasenta, denyut jantung, kemungkinan adanya cacat lahir, dan tes lainnya.

 

  1. Perkembangan janin minggu ke-21

Perkembangan janin minggu ke-21, janin memiliki CRL sekitar 7 inci, yaitu kira-kira 18-19 cm, dengan berat badan sekitar 390 gram. Janin sudah sangat aktif bergerak, bahkan ketika Bunda sedang tidur, terkadang terbangun karena gerakannya.

Biasanya pembengkakan pada pergelangan kaki maupun tangan Bunda mulai terasa, meskipun tidak semua ibu hamil mengalaminya. Karena tidak sedikit ibu hamil yang baru merasakan pembengkakan setelah usia kehamilan memasuki trimester ketiga.

Hal ini wajar, tapi jika pembengkakan yang Bunda alami terasa mengganggu dan berlebihan, segera konsultasi ke dokter kandungan atau bidan untuk ditindaklanjuti. Karena dikhawatirkan terjadi gejala preeklamsia, yaitu tekanan darah tinggi dan kelebihan kadar protein pada urin.

 

  1. Perkembangan janin minggu ke-22

Perkembangan janin minggu ke-22, ukuran berat janin sekitar 410 gram. Sistem pernafasan janin belum bekerja dengan sempurna, akan tetapi sumsum tulang belakang sudah mulai memproduksi sel-sel darah. Dan juga tunas indera perasa mulai terbentuk.

Pada minggu ini, Bunda akan mengalami lonjakan hormon kehamilan yang menyebabkan terjadinya beberapa kondisi dan perubahan pada tubuh yang berbeda dengan minggu-minggu sebelumnya. Sehingga mengakibatkan rambut Bunda terlihat berkilau dan pertumbuhan kuku yang cepat.

Selain itu, kulit Bunda menjadi lebih gelap karena pengaruh dari hormon melanin. Puting dan daerah aerola juga semakin gelap dan melebar. Biasanya pada minggu ini, mulai timbul stretch mark di daerah perut, bokong, maupun paha. Dan pembengkakan mulai menjalar ke daerah kaki.

 

  1. Perkembangan janin minggu ke-23

Perkembangan janin minggu ke-23, janin memiliki CRL sekitar 8 inci, atau kurang lebih 20 cm dengan berat sekitar 440 gram. Alis dan bulu mata janin biasanya mulai tumbuh antara minggu ke-23 hingga minggu ke-26.

Seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan janin yang menyebabkan membesarnya rahim, Bunda akan mengalami buang air kecil dengan frekuensi yang sering. Hal ini disebabkan karena adanya penekanan rahim pada kandung kemih. Dan Bunda juga akan mengalami kram di kaki pada malam hari saat sedang tidur.

 

  1. Perkembangan janin minggu ke-24

Perkembangan janin minggu ke-24, berat janin sekitar 550 gram. Semua organ janin hampir sudah bisa berfungsi sebagaimana mestinya. Dan janin mulai menimbun lemak seiring usia kehamilan.

Detak jantung janin sudah bisa didengarkan meskipun hanya menggunakan stetoskop biasa. Dan dia sudah bisa mendengar suara Bunda dengan jelas. Oleh karena itu, sering-seringlah menstimulasi perkembangan otaknya dengan mengajak komunikasi, bercerita, bernyanyi, maupun memperdengarkan musik klasik.

 

  1. Perkembangan janin minggu ke-25

Perkembangan janin minggu ke-25, janin memiliki berat kurang lebih 600 gram. Dia mulai aktif belajar bernafas dan mengeluarkan cairan ketuban yang dia telan. Serta tulang-tulangnya semakin keras.

Rahim Bunda saat ini diperkirakan sebesar bola kaki. Bunda akan mulai merasakan keluhan seperti: mimisan, gusi berdarah, mendengkur, dan hidung tersumbat. Hal ini disebabkan karena peningkatan volume darah ke seluruh tubuh sehingga menghambat udara yang mengalir ke hidung dan saluran pernafasan. Tapi hanya sebagian ibu hamil saja yang mengalaminya.

 

  1. Perkembangan janin minggu ke-26

Perkembangan janin minggu ke-26, berat janin sekitar 700 gram dengan ukuran panjang 25 cm. Normalnya, denyut jantung janin pada minggu ini berkisar antara 120 hingga 160 per menit.

Karena pembentukan telinga yang sudah sempurna, sehingga janin sudah bisa mendengarkan berbagai macam suara di luar rahim dengan jelas, bahkan sampai mampu mendengar suara klakson mobil. Untuk itulah, menjauhlah dari lingkungan yang berisik karena teriakan, pertengkaran, maupun suara gaduh lainnya, yang mana suara tersebut akan menyebabkan janin ketakutan.

 

  1. Perkembangan janin minggu ke-27

Perkembangan janin minggu ke-27, ini merupakan minggu terakhir usia kehamilan trimester kedua. Sehingga pergerakan janin semakin terasa. Normalnya, janin akan bergerak minimal 6 kali setelah 1 jam Bunda makan. Berat janin sekitar 800 gram. Dan janin sudah mampu membuka mata serta menghisap jempolnya.

 

Demikianlah gambaran secara umum tahap pertumbuhan dan perkembangan janin usia kehamilan trimester kedua, yang dimulai dari minggu ke-13 hingga minggu ke-27. Semoga artikel kehamilan ini bermanfaat!

No Responses

Leave a Reply