Pertimbangkan Hal ini Sebelum Memutuskan untuk Hamil

* Hanya Anda yang dapat memutuskan apakah dan kapan Anda siap untuk menjadi orang tua.

* Waktu yang tepat untuk memiliki anak bagi setiap orang berbeda-beda.

* Menjadi orang tua adalah komitmen seumur hidup.

Sebenarnya banyak dari kita yang ingin menjadi orang tua kelak. Meskipun sebagian dari kita tidak yakin akan hal itu. Karena tidak sedikit orang tua yang tidak menginginkan anaknya lahir atau tega membunuh dan membuangnya begitu saja tanpa rasa berdosa.

Umur bukanlah patokan pantas atau tidaknya menjadi orang tua. Jadi tidak masalah jika setelah menikah Anda berfikir untuk memulai program hamil dan memiliki anak meskipun dengan usia yang terbilang muda. Karena hanya Anda yang bisa memutuskan kapan waktu yang tepat untuk hamil.

Sebelum Anda memutuskan untuk hamil, sebaiknya Anda tanya pada diri sendiri dan juga pasangan Anda. Agar Anda bisa menikmati proses kehamilan, persalinan, laktasi, hingga pengasuhan anak nantinya dan siap menjadi orang tua yang baik dan hebat untuk anak-anak.

mengasuh-anak

Berikut beberapa pertanyaan yang perlu Anda pertimbangkan secara matang dengan pasangan Anda sebelum memutuskan untuk menjadi orang tua:

  1. Apakah kita siap mengasuh anak?

Mengasuh anak penuh dengan sukacita dan juga tuntutan. Mengasuh anak tidak hanya membutuhkan cinta dan kasih sayang, tetapi juga membutuhkan banyak energi dan kesabaran dalam menjalaninya. Karena Anda harus menjaga dan merawat si kecil sejak dia dalam kandungan.

Seiring dengan tumbuh-kembangnya seorang anak, Anda dituntut untuk memahami segala perubahan dan perkembangan si kecil. Dengan begitu, Anda sebenarnya belajar memahami diri sendiri. Karena anak adalah cerminan dari orang tuanya.

Kebutuhan anak akan terus-menerus bertambah. Tugas Anda adalah mencari tahu apa saja kebutuhan mereka. Tidak berhenti sampai di situ saja, tapi Anda harus memenuhi segala kebutuhan pokok dan memberikan yang terbaik untuk mereka.

Mengasuh anak akan terasa lebih mudah untuk dijalani jika Anda realistis dalam memaknai arti orang tua, bukan hanya berpedoman pada mitos belaka. Karena banyak sekali mitos tentang mengasuh anak yang sudah mendarah daging sejak nenek moyang tanpa adanya sumber yang jelas, seperti: menjadi orang tua yang baik akan timbul secara alami, menjadi orang tua akan menyebabkan stres, dan mitos-mitos lainnya.

Orang tua yang membesarkan anaknya dengan harapan yang tidak realistis akan cenderung merasa kesulitan. Seolah-olah mengasuh anak hanyalah sebuah tuntutan yang memberatkan dan melelahkan. Berbicara atau sharing sesama orang tua mungkin cukup membantu Anda. Karena Anda bisa saling berbagi pengalaman dan tidak salah dalam mendidik anak nantinya.

 

  1. Kira-kira mampukah saya memenuhi kebutuhan anak hingga dewasa nanti?

Pertanyaan tersebut sering mengganggu pikiran banyak orang, apalagi bagi para calon orang tua. Pada saat seorang istri hamil, mungkin kedua pasangan sudah siap untuk menghadapinya. Tetapi sering kali timbul pertanyaan kira-kira mampukah saya memenuhi segala kebutuhan anak nantinya?

Untuk itulah perlu yang namanya planning atau rencana masa depan. Karena terkadang anda tidak tahu kapan saatnya diberi keturunan. Berikut beberapa hal yang perlu Anda siapkan jauh-jauh hari sebelum memutuskan untuk mempunyai anak:

  • Waktu – Bagi sebagian orang terkadang ada yang berpikir bahwa anak dapat menghambat karir ataupun pendidikan orang tua. Karena sesibuk apapun orang tua tetap harus menomorsatukan pengurusan dan pendidikan anak. Jadi buatlah rencana yang matang agar karir ataupun pendidikan Anda tidak terhambat dengan hadirnya seorang anak.
  • Energi dan kesehatan – Anak-anak membutuhkan orang tua yang penuh kasih sayang, sabar, dan fleksibel. Jika Anda sakit-sakitan, maka ketiga hal tersebut tidak akan terpenuhi. Jadi jagalah kesehatan Anda sedini mungkin demi kelangsungan hidup anak-anak nantinya.
  • Perencanaan – Segala sesuatu harus direncanakan, termasuk punya anak. Karena anak tidak hanya membutuhkan perencanaan harian saja, tapi butuh perencanaan jangka panjang.
  • Materi – Anak membutuhkan pakaian, popok, makanan, dan perawatan kesehatan, bahkan terkadang membutuhkan tempat penitipan anak. Semua itu tidak akan terpenuhi tanpa adanya materi.

 

  1. Apakah sekarang waktu yang tepat untuk punya anak?

Kebanyakan orang menunggu waktu yang “pas” untuk memiliki anak. Padahal sejatinya “pas” tidaklah pernah ada. Karena pas identik dengan kata “sempurna”, sementara kita tahu bahwasanya tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini.

Meskipun begitu, bukan lantas Anda cepat-cepat hamil tanpa mempertimbangkan segala sesuatunya. Ada beberapa pertanyaan yang perlu Anda renungkan dan pertimbangankan sebagai tolak ukur kesiapan Anda untuk segera memiliki anak atau ditunda dulu, yaitu:

  • Apakah saya siap untuk merubah gaya hidup yang sehat demi janin yang saya kandung?
  • Apakah saya siap untuk membuat anak merasa selalu diinginkan dan dicintai?
  • Apakah saya siap untuk mengatasi anggaran yang membludak?
  • Apakah saya siap capek dan kelelahan?
  • Apakah saya rela waktu yang saya punya? sepenuhnya untuk anak dan hanya tersisa sedikit waktu untuk diriku sendiri?,
  • Adakah dukungan dari keluarga dan teman-teman terkait hal ini?
  • Apakah saya siap untuk menerima tanggung jawab seorang anak dan memenuhi semua kebutuhannya?
  • Apa artinya bagi masa depan saya dan masa depan keluarga jika saya punya anak?

 

Nah, Anda dan pasangan sudah tahu jawabannya kan? Menjadi orang tua hebat tidaklah mudah, tapi butuh perjuangan. Dengan Anda dan pasangan merenungkan semua pertanyaan di atas, Anda akan terus banyak belajar dan nantinya insya Allah akan menjadi orang tua yang hebat dan terbaik untuk anak-anak.

Bila perlu, Anda dan pasangan bisa konsultasi dengan seseorang dalam keluarga, teman, penasihat agama, dan orang lain yang menurut Anda bisa dipercaya. Demikianlah beberapa kiat sukses menjadi orang tua hebat. Semoga kita semua termasuk di dalamnya.

Leave a Reply