Kenali Ciri-Ciri dan Kapan Masa Subur Pria (Suami)

Tidak sedikit orang yang menganggap masalah kesuburan hanya dimiliki wanita atau istri saja. Seolah-seolah wanita adalah penyebab berhasil atau tidaknya program kehamilan. Padahal pria atau suami juga memiliki masa subur seperti istri.

Hanya saja masa subur pria berbeda dengan masa subur wanita. Pada pria, selama masih menghasilkan sperma dengan kualitas baik dan dalam jumlah yang cukup, maka hal itu bisa dianggap masih dalam masa subur.

Lalu kapan masa subur pria terjadi? Dan bagaimana cara mengenali ciri-ciri atau karakter sperma yang subur?

Masa subur pria dipengaruhi oleh perubahan waktu dan musim. Pada musim dingin, pria cenderung menghasilkan sperma dengan jumlah yang lebih banyak dibanding pada saat musim panas. Begitu juga pada waktu suhu udara masih dingin yaitu di pagi hari.

Sementara pada waktu siang hari atau pada saat musim panas, suhu udara meningkat, sehingga menyebabkan kehidupan sperma menjadi lebih pendek. Selain itu juga, organ pria sangat sensitif terhadap suhu.

masa-subur-pria

Karena dipengaruhi oleh perubahan waktu dan musim, sehingga masa subur pria tidak mempunyai siklus bulanan seperti masa subur wanita, namun terjadi setiap pagi hari dan saat musim dingin. Pada waktu pagi hari, yaitu sekitar jam 04.00 sampai jam 07.00 pagi. Karena pada kisaran waktu tersebut, suhu udara cenderung masih dingin.

Masa subur pria dapat diukur melalui spermanya. Oleh karena itu, untuk mengetahui masa subur pria, dia dapat melakukan beberapa pemeriksaan secara langsung atau dengan bantuan mikroskop yang dilakukan oleh dokter terkait, sebagai acuan untuk mengetahui masa suburnya.

 

Berikut beberapa ciri-ciri atau indikasi yang bisa menentukan seberapa subur seorang pria:

  1. Volume

Normalnya, penis akan mengeluarkan sperma sekitar 2-6 ml setiap kali berejakulasi. Jika pria sekali berejakulasi mengeluarkan sperma kurang dari ukuran normal, kemungkinan dipicu oleh sering dan lamanya hubungan intim, ditambah lagi melakukan masturbasi.

 

  1. Kuantitas

Jumlah sel sperma yang keluar tiap kali ejakulasi mencapai 20-40 juta. Jika lebih sedikit dari jumlah tersebut, maka bisa dikatakan kurang subur, dan prosentase kemungkinan bisa terjadi pembuahan sel telur juga akan menurun.

 

  1. Waktu pembekuan atau penggumpalan sperma

Cairan sperma yang kental, banyak mengandung protein dan akan menggumpal jika dibiarkan di udara terbuka selama 20-30 menit. Jika sperma tidak menggumpal atau tetap encer dalam waktu lama, kemungkinan adanya infeksi kandung kemih.

 

  1. Pergerakan

Pergerakan sperma lincah dan cepat, serta bergerak lurus ke depan untuk mencapai dan membuahi sel telur. Agar kemungkinan pembuahan bisa terjadi, setidaknya 40 % sperma harus memiliki kemampuan bergerak yang baik.

 

  1. Ketahanan atau kekuatan

Sebelum membuahi sel telur, sperma harus tetap hidup saat berenang menyeberangi leher rahim, rahim, dan saluran tuba fallopi, dan mampu bertahan di dalam rahim wanita sekitar 2 hari atau lebih (bahkan sperma prima bisa bertahan hingga 7 hari). Serta mampu menembus penghalang yang ada di dalam rahim temasuk lendir dari dinding rahim.

 

  1. Bentuk

Bentuk sperma normal terdiri atas kepala yang berbentuk oval dan berekor panjang seperti kecebong yang agak ramping. Bentuk tersebut semata-mata untuk menyukseskan gerakan mereka menuju sel telur. Jumlah sperma dengan bentuk normal dan sehat seharusnya 75 % dari jumlah sel sperma yang keluar sekali ejakulasi. Jika sel sperma yg tidak normal (punya 2 ekor, ekor pendek atau kepalanya kecil) keluar terlalu banyak, maka kemampuan sel sperma kurang bisa untuk membuahi sel telur.

 

  1. Tingkat keasaman (pH)

Kadar pH normal atau tingkat keasaman sperma adalah 7,2-8. Ini merupakan pH ideal untuk sperma tetap hidup. Dan jika pH terlalu tinggi atau terlalu rendah, bisa membunuh sel sperma.

 

  1. Warna dan bau

Cairan sperma berwarna kelabu pucat dan memiliki bau sangat khas tetapi tidak bau busuk.

 

  1. Jumlah sel darah putih

Sel darah putih tidak dapat dilihat pada cairan sperma, tapi bisa dilihat pada urin. Jika terdapat sel darah putih pada sperma, berarti terjadi infeksi karena bakteri atau kuman-kuman lainnya pada sel sperma.

 

Selain perubahan waktu dan musim, ada hal lain yang dapat mempengaruhi kesuburan pria, yaitu:

  1. Usia

Tingkat kesuburan dan kualitas sperma pria akan menurun seiring bertambahnya usia. Secara umum, masa subur pria kian menurun saat mencapai usia 40-an.

 

  1. Gaya hidup

Gaya hidup yang tidak sehat dan kebiasaan-kebiasaan buruk juga berpengaruh terhadap kualitas dan kesehatan sperma. Sebagai contoh pada pria perokok, spermanya akan mengalami kerusakan akibat zat-zat yang terkandung di dalam rokok.

 

  1. Suhu dan radiasi

Agar tetap subur, testis harus memiliki suhu 1 atau 2 derajat Celsius lebih dingin dibandingkan suhu tubuh. Untuk itu, hindari penggunaan celana dalam yang terlalu ketat, berendam di air hangat, dan mandi air hangat, karena hal itu bisa meningkatkan suhu di sekitar testis sehingga memperlambat produksi sperma. Paparan radiasi dan bahan kimia juga dapat merusak kesuburan, seperti glikol ester, bahan yang biasa ditemukan pada cat.

 

  1. Pastikan bebas penyakit menular seksual

Penyakit yang disebabkan oleh infeksi menular seksual, seperti: klamidia dan gonore, berisiko menghambat proses pembuahan. Klamidia menyebabkan pembengkakan dan rasa sakit pada skrotum.

 

Nah, setelah Anda mengetahui masa subur pria di atas dan masa subur wanita pada artikel sebelumnya, sebaiknya Anda (terutama pasangan suami-istri yang ingin secepatnya memiliki anak) bercinta pada waktu pagi hari di masa-masa subur istri. Karena selain merupakan waktu puncak masa subur pria, juga waktu tersebut lebih efektif dibandingkan pada malam hari, terutama saat Anda terjaga dari bangun. Karena rasa kantuk di malam hari biasanya akan mengurangi mood dan semangat untuk bercinta.

Leave a Reply