Bagaimana dan Kapan Proses Kehamilan Terjadi?

Cara wanita mendapatkan kehamilan berbeda-beda. Ada yang ingin cepat hamil, dan akhirnya terwujud. Ada yang mendambakan kehamilan tapi harus menunggu waktu lama. Dan ada juga yang ingin menghindari kehamilan, tapi justru malah hamil. Serta ada yang berhasil menghindari kehamilan seperti apa yang dia harapkan.

Tidak hanya wanita saja yang perlu memahami bagaimana dan kapan proses kehamilan bisa terjadi, tapi laki-laki juga perlu. Terlebih lagi bagi pasangan yang belum siap untuk hamil, agar tidak sampai salah prediksi.

kapan-kehamilan-terjadi

 

Kapan kehamilan dimulai?

Proses kehamilan dimulai saat terjadinya pembuahan (konsepsi/fertilitas). Tetapi sebelum pembuahan terjadi, ada hal-hal yang terjadi pada tubuh wanita, yaitu:

 

Ovulasi

Di dalam ovarium (indung telur) terdapat kantung-kantung (folikel) yang berisi cairan dan sel telur. Karena pengaruh hormon, folikel menjadi matang kemudian pecah, maka keluarlah sel telur yang ada di dalamnya. Inilah yang disebut dengan ovulasi. Ovulasi normalnya terjadi setiap bulan sesuai siklus menstruasi.

 

Kenaikan hormon

Setelah sel telur keluar, folikel berkembang menjadi korpus luteum. Korpus luteum akan melepaskan hormon yang membantu menebalkan lapisan rahim guna mempersiapkan ketika terjadi proses kehamilan nantinya.

 

Telur berjalan ke tuba fallopi

Setelah telur dilepaskan, ia bergerak ke tuba fallopi. Sel telur tinggal di sana sekitar 24 jam, menunggu sel sperma datang membuahi. Proses ini rata-rata terjadi sekitar dua minggu setelah hari pertama menstruasi terakhir, yang disebut dengan masa subur. Telur mampu bertahan hanya 12-24 jam saja, sedangkan sperma bisa bertahan sekitar 72 jam pada saluran reproduksi wanita.

 

Jika sel telur tidak dibuahi

Jika tidak ada sperma yang masuk untuk membuahi sel telur, maka tidak akan terjadi proses kehamilan, dan sel telur akan bergerak menuju rahim (uterus) kemudian hancur. Sementara kadar hormon yang dihasilkan korpus luteum kembali normal, sehingga lapisan rahim yang menebal tadi menjadi luruh, inilah yang disebut dengan menstruasi atau haid.

 

Fertilisasi (pembuahan)

Ketika jutaan sel sperma masuk ke tuba fallopi, tetapi hanya satu sel sperma yang membuahi sel telur, maka terjadilah fertilisasi (pembuahan). Dari sinilah proses kehamilan dimulai. Sedangkan jutaan sperma lainnya merembes keluar dari vagina atau diserap oleh tubuh wanita. Kemudian sel telur yang terbuahi akan membentuk sebuah sel tunggal sehingga tidak ada sperma lain yang bisa masuk (membuahi).

 

Laki-laki atau perempuan?

Gen bayi dan jenis kelaminnya ditetapkan pada saat pembuahan. Jika sel sperma yang membuahi berkromosom Y, maka jadi anak laki-laki. Sedangkan jika yang membuahi berkromosom X, maka jadi anak perempuan.

 

Implantasi

Telur yang telah dibuahi (zigot) tetap dalam tuba fallopi sekitar 3-4 hari, tetapi dalam waktu 24 jam setelah dibuahi, zigot mulai membelah diri (zigot yang sudah membelah diri disebut embrio). Kemudian embrio terus membelah ketika bergerak perlahan-lahan melalui tuba fallopi menuju rahim. Ketika sampai rahim, embrio akan menempel dan tertanam dalam dinding rahim yang sudah menebal, inilah yang disebut implantasi (penanaman).

Ada sebagian wanita yang mengalami spotting atau sedikit bercak pendarahan selama 1 atau 2 hari pada saat implantasi, tetapi ada juga yang tidak mengalaminya. Lapisan rahim semakin tebal dan leher rahim disegel oleh plug lendir hingga bayi lahir.

 

Anak kembar?

Kembar terbagi menjadi dua jenis, yaitu: kembar identik dan non-identik. Kembar identik atau disebut juga kembar monozigotik berasal dari satu sel telur (ovum) dan satu sel sperma yg mengalami pembuahan dan menjadi satu zigot. Dalam perkembangannya, zigot tersebut membelah menjadi embrio yang berbeda. Kedua embrio berkembang menjadi janin yang berbagi rahim yang sama. Tergantung dari tahapan pemisahan/pembelahan zigot.

Jika pembelahan zigot terjadi saat awal pembuahan (1-3 hari setelah pembuahan) maka setiap embrio biasanya akan memiliki kantong ketuban yang berbeda, dan satu plasenta. Tetapi bila pembelahan terjadi setelah 14 hari, maka kemungkinan kembar akan terjadi join/menempel bersama pada bagian dari tubuhnya atau pembelahan yang tidak sempurna yang disebut kembar siam.

Jenis kembar yang kedua yaitu kembar non-identik atau kembar dizigotik, yang mana berasal dari dua sel sperma dan dua sel telur yang masing-masing mengalami pembuahan menjadi dua zigot. Kembar dizigotik secara genetik tidak berbeda dari saudara biasa dan berkembang dalam amnion (ketuban) dan plasenta yang terpisah. Kembar dizigotik juga disebut kembar fraternal.

Untuk selanjutnya tahap pengembangan kehamilan yang disebut dengan trimester atau periode per tiga bulan. Ada 3 trimester kehamilan, selama hamil kurang lebih 9 bulan, yaitu: kehamilan trimester pertama, kehamilan trimester kedua, dan kehamilan trimester ketiga. Dan setiap trimester memiliki tahapan perkembangan janin yang berbeda-beda.

Itulah beberapa tahapan proses kehamilan yang dimulai dari seorang wanita mengalami ovulasi, kemudian terjadi proses pembuahan sel telur hingga implantasi. Semoga bermanfaat!

Leave a Reply