23 Tips Ampuh Cara Menjaga Kehamilan Sehat Trimester Kedua

Masa kehamilan dibagi menjadi 3 fase, yaitu: kehamilan trimester pertama, kehamilan trimester kedua, dan kehamilan trimester ketiga. Setiap periode kehamilan memiliki masa, keluhan, dan perkembangan janin yang berbeda-beda. Termasuk perubahan fisik dan hormon ibu hamil sendiri.

Hampir semua ibu hamil sepakat bahwasanya fase kehamilan trimester kedua, yaitu dimulai dari bulan 4 hingga bulan 6 usia kehamilan, atau minggu ke-13 hingga minggu ke-27 merupakan masa kehamilan yang paling aman dan nyaman.

Kenapa disebut masa yang paling aman? Karena risiko keguguran semakin menurun dan keluhan-keluhan selama kehamilan trimester pertama mulai menghilang, seperti: morning sickness, lemas, pusing, perut kembung atau begah, dan lainnya. Meskipun hal ini tidak berlaku bagi semua ibu hamil. Karena ada beberapa wanita hamil yang mengalami keluhan trimester pertama dari awal hingga akhir kehamilan.

menjaga-kehamilan-trimester-kedua

Kenapa dianggap sebagai periode kehamilan yang paling nyaman? Karena selain hilangnya keluhan-keluhan pada trimester pertama, perubahan fisik dengan membuncitnya perut belum terlalu terasa, bahkan cuma perut bagian bawah saja yang membuncit. Berbeda dengan trimester ketiga, yang mana beban perut semakin berat dan membesar seiring dengan perkembangan janin.

Selain itu juga, nafsu makan kembali normal seperti hari-hari sebelum mengandung, bahkan bisa meningkat dengan pesat dibanding sebelumnya. Hal ini merupakan hal yang normal dan wajar, karena bukan hanya Bunda saja yang harus tercukupi semua kebutuhan gizi dan nutrisi agar tubuh fit, tetapi ada janin di dalam kandungan yang sangat bergantung pada asupan gizi yang Bunda konsumsi demi tumbuh kembangnya. Oleh karena itu, pastikan asupan gizi Bunda dan janin terpenuhi.

Meskipun usia kehamilan trimester kedua dianggap masa kehamilan yang paling aman dan nyaman, bukan bearti tidak ada perubahan fisik maupun hormonal yang dialami oleh ibu hamil, sehingga tidak ada keluhan sama sekali. Akan tetapi, tiap periode kehamilan memiliki perubahan dan keluhan masing-masing, termasuk pada trimester kedua ini, cuma tingkatan keluhannya paling rendah dan ringan.

Maka dari itu, selalu jaga kondisi kesehatan Bunda dan janin yang ada di perut. Dan pastikan Bunda selalu fit tiap hari demi berlangsungnya masa kehamilan dan juga untuk persiapan menghadapi persalinan nantinya. Bahkan setelah persalinan pun, Bunda akan membutuhkan tenaga lebih banyak dibanding saat hamil. Karena butuh waktu untuk memulihkan kondisi tubuh Bunda setelah melahirkan, ditambah lagi adanya bayi yang harus dijaga dan dirawat.

Bunda bisa melakukan relaksasi maupun senam pernafasan atau jalan santai untuk menjaga kondisi tubuh agar tetap fit. Dan juga tetap melakukan aktivitas sehari-hari, dengan catatan waktu istirahat tercukupi dan tidak melakukan aktivitas yang berat atau melelahkan.

Dan Bunda juga bisa mencoba 23 tips ampuh cara menjaga kehamilan yang sehat pada trimester kedua usia kehamilan berikut ini:

  1. Jaga asupan gizi dan porsi makan.

Pada umumnya, rasa mual dan muntah akan hilang ketika memasuki usia kehamilan trimester kedua ini. Dan selera makan akan kembali normal. Meskipun begitu, bukan berarti Bunda bisa makan apa saja tanpa peduli berapa porsi kalori yang Bunda butuhkan tiap harinya. Karena jika Bunda makan tanpa adanya rem, dikhawatirkan terjadi obesitas yang nantinya justru membahayakan Bunda dan janin.

Bunda juga harus pintar dalam memilah dan memilih jenis makanan yang mengandung vitamin yang memang dibutuhkan tubuh Bunda dan janin, dan juga sesuai kadar porsi masing-masing. Tidak hanya terpaku pada satu jenis nutrisi atau gizi tertentu. Misalnya, Bunda hanya mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi saja tanpa peduli dengan kandungan gizi lainnya. Hal ini tidaklah benar, karena tubuh Bunda dan janin di perut membutuhkan gizi seimbang.

Selain gizi yang seimbang, perbanyak makanan yang bisa membantu meningkatkan kinerja otak janin, seperti: telur atau kuning telur, susu, kedelai, daging sapi, dan alpukat. Serta yogurt yunani yang kaya akan kalsium yang bisa membantu menjaga kehamilan dan tubuh Bunda tetap fit.

 

  1. Atasi sembelit dengan serat atau fiber.

Salah satu dampak dari meningkatnya hormon kehamilan berupa hormon progresteron adalah terganggunya sistem pencernaan, sehingga mengakibatkan perut kembung dan susah buang air besar atau sembelit. Oleh karena itu, perbanyak makanan yang mengandung serat atau fiber seperti: sayuran dan buah-buahan, serta perbanyak minum air putih untuk membantu mengatasi sembelit.

 

  1. Istirahat yang cukup.

Pada trimester kedua ini, memang Bunda cenderung lincah dan semangat dalam melakukan berbagai aktivitas. Akan tetapi, Bunda harus tetap hati-hati dalam mengerjakan sesuatu dan pastikan pekerjaan tersebut tidak menyita waktu istirahat Bunda.

Jangan sampai karena saking semangatnya, menyebabkan Bunda lupa untuk istirahat, sehingga tubuh lemas dan kecapean, yang pada akhirnya dapat mengganggu kesehatan Bunda dan janin. Selain itu, hampir semua organ dalam Bunda, seperti: hati, jantung dan paru-paru cenderung bekerja lebih keras, jadi pastikan Bunda mendapatkan istirahat yang cukup.

 

  1. Waspadai sikap tubuh.

Meskipun perut belum membuncit terlalu besar dan Bunda lincah serta semangat dalam beraktivitas, bukan berarti Bunda bisa melakukan segala sesuatu semau sendiri tanpa adanya sikap waspada dan kehati-hatian. Seperti: melakukan perubahan aktivitas secara mendadak, membungkuk, atau posisi punggung terlalu condong ke belakang.

Hindari perubahan aktivitas yang mendadak, misalnya: Bunda memutar tubuh secara cepat, bangun tidur langsung berdiri, jalan dengan tergesa-gesa, dan aktivitas mendadak lainnya. Karena jika Bunda melakukan aktivitas secara mendadak, tentunya akan berakibat buruk pada janin.

Jika Bunda ingin mengambil sesuatu yang ada atau terjatuh di lantai, maka usahakan posisi tubuh Bunda dalam keadaan jongkok, atau dengan cara duduk terlebih dahulu kemudian mengambilnya. Jangan biasakan mengambil barang atau melakukan segala aktivitas sehari-hari dengan posisi tubuh membungkuk. Hal ini untuk menghindari adanya penekanan pada perut.

Selain itu, jangan biasakan beraktivitas dengan posisi punggung condong ke belakang (akibat perut yang semakin membesar), karena akan timbul risiko sakit punggung yang Bunda alami selama kehamilan, bahkan bisa menjadi parah dan terasa hingga setelah melahirkan.

 

  1. Duduk tegak dan gunakan bantal.

Duduk di lantai tanpa menggunakan kursi sambil meluruskan kedua kaki memang nyaman. Tapi hal ini tidak berlaku bagi ibu hamil, terlebih lagi saat perut sudah mulai membesar. Karena jika memaksa untuk duduk bersandar tanpa penyangga, punggung akan terasa lebih cepat capek. Atau sebaliknya, duduk dengan punggung agak membungkuk, dikhawatirkan terjadi penekanan pada daerah perut. Jadi, jika Bunda ingin duduk santai di lantai, maka duduklah dengan tegak, atau bersandar dengan menggunakan bantal atau sejenisnya untuk mengganjal punggung bagian bawah.

 

  1. Lakukan relaksasi atau latihan pernafasan.

Seiring dengan berkembangnya janin, banyak ibu hamil yang akan mengalami sesak nafas. Hal ini disebabkan karena ukuran rahim yang semakin membesar sehingga mendesak paru-paru dan menghambat udara untuk keluar. Lakukan relaksasi atau pun latihan pernafasan untuk mengatasi hal ini. Jalan santai juga bisa menjadi alternatif yang perlu Bunda coba.

Namun, jika sesak nafas yang Bunda alami tidak tertangani dengan latihan pernafasan dan dirasa semakin parah, segera konsultasi ke dokter kandungan atau bidan, agar segera dicari tahu penyebab dan solusi tepatnya.

 

  1. Garis perut dan perubahan warna kulit.

Saat memasuki usia kehamilan trimester kedua, biasanya pada perut ibu hamil akan timbul garis vertikal hitam atau yang disebut dengan linea. Garis ini muncul akibat adanya peregangan kulit seiring membesarnya perut. Meskipun tidak semua ibu hamil akan muncul garis hitam ini pada waktu yang sama, tergantung kapan perutnya mulai membesar. Karena tidak sedikit dari mereka baru muncul garis hitam pada akhir trimester kedua masa kehamilan.

Garis perut ini akan menghilang dengan sendirinya setelah melahirkan. Selain itu, kulit Bunda akan terlihat kecokelatan dari biasanya pada bagian tubuh tertentu, terutama pada wajah dan daerah leher. Perubahan warna kulit ini dipengaruhi oleh hormon kehamilan yang disebut hormon MSH (Melanocyte Stimulating Hormone). Perubahan warna kulit inilah yang sering ditakutkan oleh kebanyakan ibu hamil.

Maka dari itu, perlu adanya perawatan tubuh selama masa kehamilan, terlebih untuk urusan kulit. Karena jika Bunda membiarkan perubahan warna kulit selama kehamilan, tanpa adanya perawatan sama sekali, maka nantinya akan kesulitan untuk mengembalikan warna kulit seperti semula, dan butuh waktu yang tidak cepat.

Akan tetapi perlu Bunda ingat, perawatan selama kehamilan harus menggunakan bahan-bahan yang alami, bukan bahan yang mengandung bahan kimia, karena akan berdampak buruk pada janin dalam perut.

 

  1. Perhatikan posisi bercinta yang aman.

Pada saat kehamilan memasuki trimester kedua, kadar jumlah hormon estrogen meningkat dengan drastis. Sehingga mood untuk bercinta pun tinggi. Bahkan peningkatan hormon tiap harinya hampir sama dengan peningkatan hormon selama 3 tahun pada hari-hari biasa. Mengejutkan bukan? Makanya, tidak heran jika masa kehamilan trimester kedua ini disebut periode bulan madu. Namun, Bunda dan pasangan harus selalu memperhatikan posisi bercinta yang aman. Jangan sampai perut Bunda tertekan atau tergencet.

 

  1. Hindari pekerjaan berat.

Hindari pekerjaan berat, seperti: mengangkat barang berat, menjinjing, membawa, mendorong, dan aktivitas berat lainnya. Biarkan pasangan Bunda atau orang lain yang melakukannya. Jangan ambil risiko dengan melakukan hal-hal yang dapat membahayakan Bunda dan janin.

 

  1. Pijat payudara Bunda.

Ketika mandi atau lagi santai, sempatkan waktu beberapa menit untuk memijat lembut payudara Bunda. Semakin sering, semakin bagus. Sebab, pijatan lembut pada payudara berguna untuk merangsang produksi ASI agar nantinya ASI berlimpah setelah bayi lahir.

 

  1. Kenakan gaun atau baju ibu hamil.

Saat usia kehamilan trimester kedua, ibu hamil akan mulai mengalami kenaikan badan. Ditambah lagi ukuran perut yang semakin besar dan membuncit. Oleh karena itu, pilihlah gaun atau baju yang memang didesain untuk ibu hamil. Pemakaian gaun atau baju yang sempit dan ketat terlebih di area perut, akan menghambat pertumbuhan janin.

 

  1. Pilih bra yang pas.

Demikian halnya dengan bra, pilih bra yang mampu menyangga payudara Bunda secara sempurna. Dan juga pilih sesuai ukuran payudara Bunda (karena payudara akan membesar seiring dengan usia kehamilan) agar lebih nyaman, tidak menimbulkan nyeri dan sesak nafas akibat pemakaian bra yang kurang pas.

 

  1. Usahakan kaki lebih tinggi.

Saat Bunda duduk atau tidur, sebaiknya posisi kaki Bunda lebih tinggi dibanding posisi kepala. Hal ini dilakukan guna mengurangi penumpukan cairan yang mengakibatkan bengkak pada kaki.

 

  1. Hindari pemakaian high heels.

Pemakaian high heels atau sepatu berhak tinggi sebaiknya Bunda hindari. Karena selain menyebabkan kaki menjadi cepat capek dan pegal, juga dapat memperparah pembengkakan pada kaki.

 

  1. Kurangi konsumsi garam.

Pada trimester kedua ini, ibu hamil rawan mengalami pembengkakan. Terutama pembengkakan pada daerah kaki. Untuk itu, kurangi konsumsi garam atau pun makanan yang asin untuk meringankan pembengkakan pada kaki Bunda. Kalau pun Bunda tidak mengalami pembengkakan, bukan bearti bunda bebas mengkonsumsi garam. Karena konsumsi garam yang berlebihan akan mengakibatkan tekanan darah tinggi atau gejala preeklamsia yang bisa menimbulkan kejang.

 

  1. Hindari langsung tidur setelah makan.

Saat perut kenyang memang akan timbul rasa kantuk secara spontan. Tapi Bunda jangan sekali-kali menuruti keinginan untuk segera tidur setelah makan, apalagi sampai menjadi kebiasaan. Karena lambung akan panas dan membuat daya serap makanan menjadi rendah. Sebaiknya Bunda duduk sebentar atau melakukan aktivitas yang ringan terlebih dahulu.

 

  1. Makan dengan porsi kecil namun sering.

Karena ukuran rahim yang semakin membesar, sering kali menyebabkan kinerja sistem pencernaan menjadi terganggu. Akibatnya, penyerapan lemak menjadi lambat. Oleh karena itu, makanlah dengan porsi kecil namun sering. Bukan malah jarang makan, tapi sekali makan langsung dengan porsi besar. Sebaiknya Bunda makan tiap 2-3 jam sekali, agar perut terasa ringan dan tidak terjadi penumpukan lemak.

 

  1. Jangan berdiri terlalu lama.

Terkadang kebiasaan sebelum hamil sering kita anggap sepele. Padahal jika dilakukan pada saat hamil, justru akan berakibat buruk pada kesehatan. Contohnya berdiri terlalu lama. Saat Bunda sedang mengandung, hindari berdiri terlalu lama sekitar lebih dari 1 jam. Sebab akan mengakibatkan munculnya varises dan yang lebih parah akan mengakibatkan pingsan mendadak.

Jika hal itu merupakan sebuah tuntutan dalam pekerjaan, sebaiknya Bunda terus terang kepada bos atau atasan, agar Bunda mendapatkan keringanan. Kalau pun terpaksa harus tetap berdiri, beri jeda pada kaki Bunda untuk istirahat sebentar. Yang penting tidak berdiri lama lebih dari 1 jam.

 

  1. Mandi dengan air hangat.

Pada saat Bunda hamil, sering-seringlah mandi dengan menggunakan air hangat. Hal ini selain berguna untuk melemaskan otot-otot, juga membuat Bunda lebih santai dan rileks, serta dapat mengurangi pembengkakan pada area kaki. Begitu juga dengan merendam kaki menggunakan air hangat.

 

  1. Rutin konsultasi ke dokter kandungan atau bidan.

Hal ini memang sangat penting, guna memantau kesehatan Bunda dan janin secara keseluruhan. Pastikan kadar gula dalam darah dan tekanan darah Bunda normal. Selain itu, pertumbuhan dan perkembangan janin dalam kandungan selalu terkontrol, mulai dari berat badan janin, ukuran panjang janin, denyut janyung, dan jumlah cairan ketuban yang tercukupi.

 

  1. Berinteraksilah dengan calon bayi.

Untuk merangsang perkembangan dan kinerja otak janin agar maksimal, sering-seringlah berinteraksi dengan calon bayi di dalam perut. Bunda bisa mengajak komunikasi sambil memberikan usapan lembut pada perut Bunda. Selain itu juga, tekan dengan dua jari pada perut di bagian tertentu. Jika janin merespon dengan gerakan, pindahkan jari Bunda pada bagian lainnya. Bunda juga bisa bercerita, bernyanyi, maupun memperdengarkan musik klasik.

 

  1. Selalu berpikiran positif.

Tancapkan pada diri Bunda, bahwasanya kehamilan merupakan sebuah anugerah. Dengan begitu, diharapkan Bunda selalu ingat, sehingga mampu menikmati proses kehamilan dengan segala kenyamanan dan ketidaknyamanannya.

Dan dengan berpikiran positif, akan membantu Bunda untuk tidak selalu mengeluh, serta Bunda bisa menjalani kehamilan dengan pikiran yang tenang. Sehingga Bunda bisa terhindar dari stres yang bisa membahayakan janin.

 

  1. Belajar lebih lanjut tentang info kehamilan.

Sebelum waktu persalinan tiba, Bunda masih punya banyak waktu untuk belajar berbagai informasi seputar kehamilan. Mulai dari tahap pertumbuhan dan perkembangan janin trimester 1 hingga 3, cara menjaga kehamilan sehat tiap trimester, persiapan persalinan, cara merawat bayi, dan seterusnya. Sehingga Bunda lebih siap dalam menghadapi persalinan dan menjadi Bunda yang pintar dan terbaik bagi anak-anak.

Nah, itulah tadi 23 tips ampuh cara menjaga kehamilan sehat pada trimester kedua usia kehamilan. Semoga artikel kehamilan ini bermanfaat!

No Responses

Leave a Reply