15 Tips Ampuh Cara Menjaga Kehamilan Sehat Trimester Ketiga

Kita tahu sendiri bahwa trimester ketiga usia kehamilan merupakan masa kehamilan yang dinanti-nantikan. Pastinya semua ibu hamil merasa sangat bahagia, namun juga harap-harap cemas. Sebab, pada periode akhir kehamilan ini, persalinan bisa terjadi kapan saja.

Rasa cemas dan khawatir yang berlebihan seringkali menghantui ibu hamil. Tidak heran, jika ibu hamil sampai khawatir kalau calon bayi yang ada di dalam kandungan nantinya terlahir cacat maupun memiliki kelainan baik fisik maupun mental.

Maka dari itu, pada trimester akhir ini diharapkan Bunda selalu memiliki aktivitas ringan setiap harinya. Sehingga Bunda tidak sempat untuk berpikir yang aneh-aneh, apalagi rasa cemas dan kekhawatiran Bunda yang berlebihan sampai menyebabkan stres, yang pada akhirnya akan mengganggu  kesehatan Bunda dan janin yang ada di dalam perut.

menjaga-kehamilan-trimester-ketiga

Pada trimester ketiga, tidak hanya perubahan fisik saja yang terlihat jelas, seperti: perut semakin membesar dan kenaikan berat badan yang signifikan. Namun, perubahan emosi dan hormonal juga berubah. Bahkan tidak sedikit ibu hamil yang merasa ingin lebih dimanja dan diperhatikan lebih khusus dibanding sebelumnya.

Selain itu, beberapa keluhan seperti: sakit punggung, nyeri perut, sembelit, pembengkakan pada area kaki dan lainnya, cepat lelah, gampang tersinggung, dan mudah stres terhadap tekanan, pastinya akan lebih sering Bunda rasakan. Untuk itulah perlu adanya tips dan cara untuk menjaga kehamilan agar tetap sehat.

 

Berikut 15 tips ampuh cara menjaga kehamilan sehat pada trimester ketiga usia kehamilan:

  1. Jaga asupan gizi seimbang

Gizi seimbang tidak boleh Bunda abaikan. Sebab, bukan hanya janin saja yang masih membutuhkannya, namun tubuh Bunda sendiri juga sangat bergantung dari asupan makanan yang Bunda konsumsi. Jangan sampai pada akhir trimester, tubuh Bunda malah drop karena kurangnya nutrisi dan gizi seimbang.

Justru pada trimester ketiga ini, asupan gizi seimbang harus ditingkatkan, karena Bunda akan membutuhkan tenaga yang banyak saat persalinan tiba. Dengan Bunda selalu menjaga asupan gizi seimbang, diharapkan tubuh Bunda akan selalu fit dan bugar tiap harinya, hingga pada saat proses persalinan nanti.

Pada trimester ketiga usia kehamilan, hampir seluruh organ janin sudah terbentuk. Akan tetapi masih dalam proses pengembangan agar menjadi sempurna, terlebih pada otak janin. Untuk itu, perbanyak makanan yang mengandung omega-3 untuk membantu dalam proses pengembangan dan kinerja otak janin.

Selain itu, makanan yang berprotein tinggi seperti susu juga penting. Sebab, susu tidak hanya bermanfaat dalam menambah jumlah kalsium yang dibutuhkan tubuh dan janin, tapi juga membantu dalam pembentukan darah, cairan ketuban, plasenta, serta dapat meningkatkan daya tahan tubuh atau antibodi Bunda.

 

  1. Minum air putih dan perbanyak serat

Ukuran rahim yang semakin besar sering kali mengganggu proses pencernaan. Akibatnya, Bunda akan sering mengalami sembelit atau susah buang air besar. Untuk itulah atasi dengan perbanyak minum air putih minimal 8 gelas perhari. Dan juga perbanyak makanan yang mengandung serat tinggi, seperti: sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan, biji-bijian, oat, dan gandum.

Selain untuk mengatasi sembelit, air putih juga bermanfaat untuk menjaga tubuh Bunda agar tetap terhidrasi. Karena dehidrasi pada ibu hamil bisa menyebabkan air ketuban menjadi sedikit, padahal cairan ketuban sangat dibutuhkan janin sebagai media ruang gerak dan pelindung janin dalam kandungan.

Dehidrasi juga bisa menyebabkan persalinan prematur, yang mana akan memicu kontraksi otot rahim secara berulang-ulang. Sehingga risiko kemungkinan terjadinya kelahiran prematur semakin tinggi. Serta bisa membahayakan nyawa Bunda dan janin jika dehidrasi terjadi selama kehamilan dalam kondisi yang berat atau parah.

 

  1. Kurangi konsumsi garam

Pada umumnya, wanita hamil sering terasa lapar. Akibatnya, sebagian besar mereka selalu menyediakan camilan yang siap dikonsumsi kapan dan di mana saja. Hal ini memang baik, mengingat perut ibu hamil tidak boleh sampai kosong.

Akan tetapi, tidak sedikit ibu hamil yang memilih camilan asin, padahal camilan buah-buahan lebih menyehatkan. Selain itu juga, mengkonsumsi garam atau makanan yang asin secara berlebihan akan berdampak buruk selama kehamilan. Terutama bagi ibu hamil yang pernah mengalami atau memiliki riwayat tekanan darah tinggi.

Selain memperparah pembengkakan pada area kaki dan lainnya, konsumsi garam berlebihan juga bisa menyebabkan kejang, pre-eklamsia, gangguan jantung dan sistem percernaan, serta menghambat kinerja ginjal janin.

 

  1. Hindari makanan yang bergas

Setelah melewati kehamilan trimester pertama, kebanyakan selera makan ibu hamil meningkat drastis. Hal ini normal dan wajar. Namun, harus ada batasan dalam mengkonsumsi makanan tertentu, terlebih makanan yang mengandung gas/alkohol, seperti: petai, jengkol, nangka, durian, cempedak, anggur, dan tape.

Karena makanan yang banyak mengandung gas/alkohol tidak baik bagi ibu hamil. Selain akan menyebabkan perut kembung dan heartburn (rasa panas seperti terbakar di dalam perut maupun kerongkongan) jika mengkonsumsi makanan tersebut dalam jumlah banyak, juga akan menyebabkan terjadinya masalah kehamilan bahkan bisa membahayakan.

Seperti buah durian misalnya, kandungan asam arachidonat bisa menyebabkan persalinan dini dan merangsang kontraksi rahim, serta keguguran. Begitu juga dengan buah nangka dan cempedak yang bisa menyebabkan perut Bunda panas. Sedangkan petai dan jengkol, keduanya bisa menghambat asupan nutrisi janin dari Bunda melalui plasenta dan memaksa ginjal Bunda untuk bekerja lebih giat, akibatnya akan menyebabkan Bunda lebih cepat lelah.

 

  1. Istirahat yang cukup

Pada trimester akhir ini, Bunda akan sering mengalami insomnia atau kesulitan untuk tidur. Hal ini disebabkan karena ukuran rahim yang semakin membesar, sehingga Bunda akan kesulitan untuk mencari posisi tidur yang nyaman.

Posisi tidur miring ke kiri dianggap yang paling nyaman bagi ibu hamil, karena dapat melancarkan peredaran darah, baik dari jantung menuju rahim, menuju janin, maupun ginjal. Selain itu, ginjal Bunda mampu bekerja dengan maksimal dan leluasa, sehingga bisa mengurangi pembengkakan pada kaki maupun tangan. Dan hati yang berada di sebelah kanan juga terlindungi.

Tidak sedikit ibu hamil yang selalu begadang tiap malam dikarenakan kesulitan tidur. Untuk menyiasatinya, buat jadwal jam berapa tidur malam Bunda, agar nantinya terbiasa. Kalau pun Bunda tetap kesulitan tidur, usahakan tetap pada posisi tidur sambil pejamkan mata, lama-kelamaan Bunda akan tertidur dengan sendirinya. Tetapi hal ini biasanya membutuhkan waktu 1 jam bahkan lebih.

Jika Bunda merasa kesulitan untuk tidur, tetapi Bunda gunakan untuk menonton TV atau memegang gadget, maka dijamin mata Bunda akan terjaga sepanjang malam, dan rasa kantuk pun tidak akan pernah datang. Sementara pada kehamilan trimester ketiga ini, Bunda diharapkan mendapatkan istirahat yang cukup dan lebih banyak dari bulan-bulan sebelumnya.

Maka dari itu, usahakan tetap mendapatkan tidur pada malam hari dan ditambah tidur siang agar badan tetap fit. Namun perlu diingat, bahwa tidur siang tidak boleh melebihi dari 3 jam. Karena jika porsi tidur siang Bunda banyak atau lama, maka pada saat malam hari Bunda akan lebih kesulitan untuk tidur.

Tapi bagaimana dengan tidur pagi? Karena ada beberapa ibu hamil yang baru mengantuk dan bisa tidur di pagi hari. Tidur siang dan tidur pagi jelaslah berbeda. Jika ada ibu hamil yang sering mengantuk dan tidur di pagi hari, maka kemungkinan dia mengidap sebuah masalah atau penyakit. Karena tidur pagi tidaklah baik untuk kesehatan semua orang, apalagi bagi kesehatan ibu hamil. Apabila Bunda termasuk salah satunya, sebaiknya Bunda berkonsultasi dengan dokter kandungan atau bidan.

 

  1. Tetap melakukan aktivitas ringan

Memang, perut yang semakin besar dan membuncit bisa membuat Bunda cepat lelah dalam beraktivitas, karena beban perut yang semakin hari semakin berat, ditambah lagi istirahat harus tercukupi. Tapi bukan bearti Bunda harus selalu berbaring di tempat tidur atau berdiam diri tanpa melakukan aktivitas ringan sama sekali.

Jalan santai atau aktivitas rumah tangga yang ringan jangan Bunda abaikan, sebab jika Bunda diam tanpa aktivitas, maka otot-otot akan tegang dan gampang capek. Selain itu, banyaknya waktu kosong akan lebih memungkinkan Bunda untuk melamun. Akibatnya, akan timbul pikiran-pikiran aneh karena rasa cemas dan kekhawatiran yang berlebihan.

Hal ini justru akan membuat Bunda lebih capek karena sibuk dengan pikiran-pikiran yang belum tentu sesuai dengan kenyataan. Bahkan, pada kasus yang parah, pikiran negatif tersebut bisa membuat Bunda stres. Padahal stres bisa mengakibatkan terjadinya persalinan dini.

 

  1. Olahraga ringan atau senam hamil

Olahraga ringan seperti jalan santai maupun gerakan ringan sebelum tidur bisa Bunda coba. Karena selain bisa membantu melancarkan peredarah darah dan cairan dalam tubuh yang membantu mengurangi pembengkakan pada kaki atau bagian tubuh lainnya, juga mampu melemaskan otot-otot yang kaku, sehingga Bunda bisa menjadi lebih rileks.

Senam hamil biasanya dianjurkan sejak bulan 6 usia kehamilan. Namun, untuk lebih amannya, Bunda bisa menanyakan ke dokter kandungan atau bidan terlebih dahulu. Apalagi jika Bunda ingin mencoba olahraga ringan sebelum tidur. Karena tidak semua gerakan olahraga (meskipun tergolong gerakan ringan) cocok bagi ibu hamil.

Ada begitu banyak manfaat senam hamil bagi kesehatan Bunda, antara lain: membantu dalam proses persalinan nantinya, terutama pada persalinan normal, mengencangkan otot, membuat tidur lebih nyenyak, memperkuat jantung dan paru-paru, mengurangi nyeri dan sakit punggung selama kehamilan, membantu mengatasi pertambahan berat badan yang berlebihan, dan lain sebagainya.

 

  1. Bersikap tenang dan rileks

Pada akhir trimester ini, Bunda akan mengalami berbagai macam perubahan yang belum pernah terjadi sebelumnya, sebab persalinan semakin dekat. Disamping itu, rasa cemas dan panik semakin meningkat tiap harinya, terlebih saat mendekati hari perkiraan lahir bayi. Untuk itu, tetaplah bersikap tenang dan rileks, karena saat ini Bunda lebih rentan mengalami stres.

Tidak sedikit wanita hamil yang mengalami kontraksi palsu. Maka dari itu, jika Bunda mengalaminya juga, bersikaplah tenang dan rileks. Karena terkadang kontraksi palsu juga disertai dengan nyeri perut layaknya akan melahirkan. Tapi perlu diingat, kontraksi tersebut tidak disertai dengan pendarahan dari vagina. Akan tetapi jika terjadi sebaliknya, maka segera hubungi dokter kandungan atau bidan.

Ada baiknya, Bunda menggali berbagai informasi seputar kehamilan dan persalinan. Mulai dari tanda-tanda hamil, fase pertumbuhan dan perkembangan janin, keluhan kehamilan trimester 1 sampai 3, hingga tanda-tanda persalinan. Agar nantinya Bunda tidak salah dalam mengambil sikap dari segala perubahan yang terjadi di akhir trimester kehamilan ini.

Bunda juga bisa mencoba untuk melakukan aromaterapi atau relaksasi dengan intensitas yang sering, supaya pikiran, perasaan dan jiwa Bunda menjadi tenang dan rileks. Terlebih bagi Bunda yang baru merasakan kehamilan perdana, yang pada umumnya sering kali merasa panik, cemas, dan mudah stres.

 

  1. Bercinta

Ketika hari perkiraan lahir sudah semakin mendekat, tingkatkan intensitas hubungan suami-istri. Sebab, ada zat yang terkandung di dalam sperma yaitu zat prostaglandin, yang mana bisa memicu kontraksi pada rahim dan dapat membuka jalan keluar bagi bayi, sehingga mempermudah proses persalinan.

Saat bercinta, usahakan memilih posisi yang tidak berbahaya dan juga kondisi Bunda harus fit. Jangan memaksa untuk bercinta pada saat Bunda merasa capek atau kelelahan. Karena dikhawatirkan akan drop sebab terlalu banyak tenaga yang terkuras.

Namun, hal ini tidak dianjurkan bagi ibu hamil yang memiliki riwayat lahir prematur, rentan keguguran, rawan terjadinya pendarahan, cairan ketuban rentan pecah, dan ari-ari janin terletak di bawah. Sebab bercinta dengan kondisi tersebut akan sangat membahayakan kehamilan Bunda.

 

  1. Hindari angkat beban berat

Hampir semua ibu hamil akan langsung terasa capek dan sakit punggung terutama punggung bagian bawah saat mengangkat beban berat. Sehingga mereka berusaha untuk menghindarinya dengan cara mendorong, menjinjing, maupun menarik beban berat tersebut, dengan alasan tidak mengangkatnya, padahal semuanya akan berakibat sama.

Terlebih bagi ibu hamil anak kedua atau seterusnya dengan kondisi memiliki seorang balita, maka akan lebih rentan untuk sakit punggung akibat sering menggendong anaknya. Jika Bunda berada dalam kondisi tersebut, berhati-hatilah dalam menggendong. Kalau bisa minimalkan, atau kasih tugas tersebut kepada orang lain.

 

  1. Segera buang air kecil saat terasa

Ukuran rahim yang semakin membesar mengakibatkan adanya penekanan pada kandung kemih, sehingga intensitas ingin buang air kecil menjadi sering. Jika Bunda terasa ingin buang air kecil, maka segera lakukan dan jangan menahannya. Karena kapasitas kandung kemih hanya bisa menampung 0,4 liter. Apabila Bunda sering menahan kencing, maka kandung kemih akan meregang dan membesar, sehingga bisa mengganggu rahim.

 

  1. Jangan sering naik pesawat

Perjalanan bagi ibu hamil yang paling aman dan nyaman memang menggunakan jalan udara. Karena disamping bisa mempersingkat waktu, Bunda juga tidak terlalu merasa capek. Namun, meskipun tergolong aman tapi ada baiknya Bunda mempertimbangkan untuk melakukan perjalanan dengan pesawat, kecuali Bunda dalam keadaan sehat dan fit, mengingat pada ketinggian tertentu, udara menjadi langka dan menyebabkan sulit bernafas.

Ibu hamil dengan kondisi tertentu, sebaiknya tidak naik pesawat, karena akan berisiko terhadap dirinya maupun janin yang ada di dalam kandungan. Beberapa kondisi tersebut adalah:

  1. Incompetence cervix, yaitu pada saat kondisi leher rahim atau serviks lebih lemah dari hari-hari biasanya.
  2. Pernah mengalami pendarahan selama kehamilan.
  3. Pernah mengalami atau punya riwayat diabetes (gestational diabetes)/tekanan darah tinggi/keracunan kehamilan/preeklamsia/kelainan plasenta saat hamil.
  4. Pernah mengalami keguguran/kehamilan ektopik/melahirkan prematur pada kehamilan sebelumnya.
  5. Memiliki kehamilan pertama pada saat ibu hamil sudah berusia 35 tahun atau lebih.

Selain itu, penting juga untuk mengetahui kebijakan dari maskapai yang akan Bunda gunakan. Karena tidak semua maskapai memiliki kebijakan yang sama. Secara garis besar, biasanya maskapai mempunyai kebijakan khusus bagi penumpang yang sedang hamil, antara lain:

  1. Kebanyakan maskapai tidak mengizinkan penumpang yang memiliki kehamilan tunggal setelah 36 minggu usia kehamilan. Sedangkan untuk ibu hamil dengan kehamilan kembar/multiple, maskapai tidak mengizinkan untuk terbang setelah 32 minggu usia kehamilan.
  2. Maskapai akan meminta surat keterangan dari dokter bagi penumpang yang sedang hamil setelah 28 minggu usia kehamilan, yang mana surat tersebut menjelaskan tentang diagnosa secara lengkap, kondisi kehamilan normal saat itu, tidak adanya komplikasi, dan disertai dengan tanggal perkiraan melahirkan.

Secara umum, usia kehamilan yang aman untuk melakukan penerbangan adalah pada awal kehamilan trimester kedua. Karena risiko terjadinya keguguran lebih rendah, morning sickness sudah berkurang, dan perut belum berat dan membesar. Meskipun begitu, sebaiknya Bunda mengurangi perjalanan dengan pesawat kecuali dalam kondisi terdesak.

 

  1. Hindari bersauna dan mandi uap

Sauna dan mandi uap memang bisa membantu mengatasi kram dan pegal-pegal. Namun, hal ini tidak dianjurkan bagi ibu hamil. Karena sauna dan mandi uap bisa merubah suhu internal tubuh, yaitu bagian dalam inti suhu tubuh, yang mana normalnya suhu internal tubuh rata-rata 37°C.

Selain itu, sauna dan mandi uap juga bisa menyebabkan bayi lahir dengan cacat otak dan tulang belakang, yang umum dikenal dengan istilah cacat tabung saraf. Jika Bunda ingin melemaskan otot-otot yang kaku dan mengurangi rasa pegal, mandi air hangat di rumah bisa menjadi solusi, dengan catatan air yang digunakan bukan air panas.

Namun, Bunda jangan membiasakan untuk berendam di bak meskipun menggunakan air hangat dengan rentan waktu lebih dari 15 menit. Dan jika Bunda merasa pusing atau badan mulai terasa panas, maka segera hentikan mandi air hangatnya.

 

  1. Sentuhan suami untuk mengatasi keluhan

Nah, tips ampuh yang satu ini sering kali terlupakan, padahal efeknya sangat luar biasa. Gimana tidak, saat berbagai keluhan dirasakan oleh ibu hamil, suami datang dengan memberi sentuhan lembut, pijatan, maupun pelukan, maka secara otomatis akan timbul rasa aman, tenang, rileks, dan juga pikiran positif pada diri Bunda.

Dengan pikiran yang tenang, rileks, dan positif, maka Bunda akan lebih mampu dalam mengatasi segala macam keluhan, sehingga lebih bisa menikmati proses kehamilan. Memang hal ini terlihat sepele, tapi tidak sedikit ibu hamil yang mengakui bahwa sentuhan suami manfaatnya begitu besar.

Sentuhan suami tidak hanya bermanfaat dalam membantu Bunda untuk merasa tenang dan rileks, tapi juga bermanfaat bagi janin. Dengan sentuhan dari calon ayah, maka akan tercipta kedekatan dan ikatan batin antara janin dan ayah. Dengan begitu, janin akan merasa disayangi dan dinanti-nantikan oleh banyak orang, bukan hanya dari bundanya saja.

 

  1. Rutin berkunjung ke dokter kandungan atau bidan

Intensitas kunjungan ke dokter kandungan atau bidan harus ditingkatkan. Sebaiknya tiap dua minggu sekali, bahkan kalau bisa tiap minggu, apalagi pada saat sudah memasuki akhir bulan 8. Hal ini penting demi memantau kesehatan Bunda dan janin, dan sebagai langkah awal dari kesiapan untuk proses persalinan. Terlebih bagi ibu hamil yang memiliki masalah tertentu, sehinggah mengharuskan untuk melahirkan secara caesar.

Nah, itulah wacana dan info kehamilan mengenai tips ampuh cara menjaga kehamilan trimester ketiga agar Bunda dan janin di kandungan selalu fit dan sehat. Semoga artikel kehamilan ini bermanfaat!

Leave a Reply