12 Keajaiban Janin dalam Kandungan

Banyak wanita hamil yang menganggap bahwa janin di dalam kandungan hanya tidur atau diam saja. Anggapan seperti ini jelas keliru. Faktanya, janin di dalam kandungan memiliki beberapa aktivitas selain tidur, bahkan aktivitas janin bisa dibilang hampir sama dengan aktivitas setelah nanti ia dilahirkan ke dunia.

Nah, bagi Bunda yang memiliki kehamilan perdana, pastinya penasaran dengan aktivitas janin di dalam kandungan. Atau bagi Bunda yang sedang mengandung, saat terasa gerakan janin di dalam perut, pastinya juga penasaran kan. Kira-kira calon bayi sedang apa? Menendang atau sedang bermain? Terus bergerak karena apa? Dan pertanyaan-pertanyaan lainnya.

Memang, aktivitas janin yang menakjubkan dan unik sejak di dalam kandungan berbeda sesuai dengan usia janin itu sendiri. Namun, dengan ukuran panjang yang hanya beberapa inci, dan berat badan yang kurang dari 2,5 kg, janin mampu melakukan 12 aktivitas yang menakjubkan.

Kami HelloBunda.com akan sedikit menjawab beberapa pertanyaan dan rasa penasaran Bunda selama ini. Dan perlu Bunda ketahui, bahwa janin di dalam kandungan sudah mampu melakukan 12 aktivitas yang menakjubkan dan unik tanpa perlu diajarkan sebelumnya. Sungguh sebuah keajaiban bukan?

 

Berikut 12 keajaiban dan keunikan janin di dalam kandungan yang perlu Bunda ketahui:

  1. Kebiasaan menghisap jempol/jari

Hampir semua bayi yang lahir memiliki kebiasaan menghisap jempol atau jarinya. Bukan karena ia lapar, akan tetapi kebiasaan menghisap jempol ini membuat ia nyaman, mengingat menghisap jempol/jari merupakan kebiasaan sejak janin berada di dalam kandungan yang dimulai pada minggu ke-19 usia kehamilan Bunda.

Kebiasaan menghisap jempol/jari selain bermanfaat untuk membantu dalam proses menyusu setelah ia lahir, sehingga Bunda tidak perlu mengajarkan bayi untuk menghisap dot atau sejenisnya. Juga berguna dalam proses pembelajaran bagian-bagian mulut yang membantu dalam pengembangan proses berbicara nantinya.

Pada umumnya, ketika bayi menginjak usia sekitar 5-6 bulan, ia akan cenderung memasukkan segala sesuatu ke dalam mulutnya. Hal ini merupakan bagian dari pelatihan untuk mengkoordinasikan antara tangan dan matanya.

Reflek isap ini terjadi akibat terbentuknya jutaan sel motorik di dalam otak sehingga bayi otomatis menghisap jempol/jari tanpa ia sadari. Menurut ahli psikoanalisa, Sigmund Freud, kebiasaan menghisap jempol/jari dikatakan wajar dan normal jika usia bayi kurang dari 18 bulan. Namun, jika kebiasan ini berlanjut hingga lebih dari 18 bulan, maka dikategorikan sebagai kebiasaan yang tidak wajar.

Meskipun termasuk kebiasaan yang normal, akan tetapi sebagai orang tua, Bunda harus memastikan bahwa tangan si kecil maupun benda yang ada di sampingnya selalu dalam keadaan bersih. Bunda bisa membersihkan tangan si kecil secara teratur dengan menggunakan tisu basah yang aman bagi bayi, yaitu yang tidak mengandung alkohol dan memiliki pH netral 5,5.

Pada saat si kecil berusia 1 tahun, usahakan kebiasaan menghisap jempol/jarinya hilang. Bunda bisa mencoba cara untuk menghilangkan kebiasaan menghisap jempol/jari pada anak berikut ini:

a. Saat si kecil memasukkan jari/jempolnya ke mulut, tarik tangannya secara pelan-pelan dan sibukkan dengan mainan atau biskuit kesukaannya.

b. Alihkan perhatiannya dengan cara mengajaknya bermain yang membutuhkan kedua tangan, misalnya bermain bola dengan cara melemparnya, atau bernyanyi sambil tepuk tangan.

 

  1. Kebiasaan berenang

Bayi sudah terbiasa hidup di dalam air (cairan ketuban) kurang lebih selama 9 bulan. Pada saat janin mencapai usia 20 minggu, ia sedang semangat-semangatnya berenang. Hal ini mungkin dikarenakan ukuran panjang janin yang hanya beberapa inci dengan berat badan sekitar 300 gram. Sehingga masih banyak ruang kosong yang bisa dijadikan media untuk berenang.

Wajar saja jika bayi merasa senang kalau berada di air, meskipun ada beberapa bayi yang justru malah takut dengan air. Tetapi tidak sedikit bayi yang sudah diajak berenang oleh orang tuanya dengan usia masih hitungan hari. Jika Bunda berniat untuk mengajak si kecil berenang di kolam umum, maka pastikan memilih kolam air hangat.

Memang, tidak ada patokan usia berapa bulan bayi bisa diajak berenang, karena pada dasarnya bayi sudah boleh diajak berenang setelah ia lahir. Meskipun begitu, banyak ahli yang menyarankan untuk menunggu bayi sampai berumur 1,5 bulan. Dan perlu Bunda ketahui, bahwa bayi memiliki reflek mampu menahan nafas di dalam air hingga usia 6 bulan.

Ada beberapa manfaat saat bayi sudah diajarkan berenang sejak kecil, antara lain: melatih keseimbangan, percaya diri, meningkatkan kualitas tidur, belajar bahasa, memperkuat ikatan batin antara anak dan orang tua, dan lain sebagainya.

Meskipun ada begitu banyak manfaat ketika mengajak bayi berenang sejak kecil, akan tetapi ada beberapa hal penting yang harus Bunda perhatikan saat berenang demi kesehatan dan keselamatan si kecil, yaitu:

a. Suhu air hangat kolam yang digunakan untuk bayi di bawah 6 bulan adalah di atas 32° C.

b. Awali dengan mengajaknya berenang ± 10 menit. Jika sudah terbiasa dengan air, Bunda bisa membiarkannya berenang selama 30 menit (untuk anak di bawah 1 tahun, sebaiknya berenang tidak melebihi dari 30 menit).

c. Selalu awasi bayi Bunda. Jika Bunda merasa si kecil sudah mulai menggigil, maka segera angkat dari air.

d. Pastikan kondisi si kecil sehat dan fit saat Bunda mengajaknya berenang.

e. Siapkan segala peralatan bayi, seperti: handuk bertudung kepala, baju ganti, popok plus alas, makanan ringan (bagi bayi yang sudah menerima MPASI), mainan air, dan kantung tidur.

 

  1. Cegukan

Cegukan pada janin merupakan hal yang wajar. Pada saat Bunda merasakan ada sentakan kecil secara tiba-tiba atau gerakan dengan ritme yang teratur pada satu sisi bagian perut, bisa jadi pada saat itu janin sedang mengalami cegukan. Hal ini dipicu karena pergerakan diafragma janin yang sedang latihan pernafasan untuk persiapan setelah ia lahir nantinya.

Latihan pernafasan janin dengan cara janin menelan dan mengeluarkan kembali cairan ketuban. Jika cairan ketuban yang tertelan terlalu banyak, maka ia akan mengalami cegukan. Biasanya cegukan ini dimulai saat usia kehamilan mencapai 25 minggu. Semua ibu hamil hampir pernah merasakan janin yang mengalami cegukan di dalam kandungan minimal 1x selama periode kehamilan.

Normalnya, janin mengalami cegukan antara 2-4 kali dalam sehari, dengan durasi waktu mulai dari 1 hingga 10 menit. Namun, jika Bunda merasakan gerakan seperti janin cegukan dengan intensitas yang sering dan dengan durasi yang lama, lebih dari 15 menit dalam sekali cegukan, maka sebaiknya Bunda konsultasi ke dokter kandungan maupun bidan.

 

  1. Mendengar dan bisa kaget

Banyak ahli yang menyarankan untuk sering-sering mengajak janin berkomunikasi. Hal ini selain bermanfaat untuk meningkatkan kinerja otak janin, juga mempererat ikatan antara janin dan Bunda. Karena pada saat memasuki usia kehamilan 24 minggu, janin sudah mampu mendengar.

Bahkan akan langsung merespon jika mendengar suara yang keras di luar rahim, terutama suara Bunda. Jadi pada saat Bunda bersin atau ada suara keras lainnya, janin akan merespon dengan tendangan atau gerakan lainnya sebagai reaksi dari rasa kagetnya. Makanya, Bunda jangan sering marah-marah atau teriak pada saat hamil ya. Hal ini juga dikemukakan oleh salah satu dokter dari RSUD Dr Soetomo Surabaya.

 

  1. Suka bermain

Sama halnya seperti bayi yang sudah lahir, janin juga suka bermain di dalam kandungan Bunda. Mulai dari memainkan jari kaki, jari tangan, tali pusat, hingga apapun yang ada di jangkauannya. Hal ini sebagai media untuk menghilangkan rasa bosan janin, sehingga ia akan bermain sambil menggulung tubuhnya, menendang-nendang, dan melakukan gerakan lainnya.

Oleh karena itu, tidak heran jika bayi yang sudah lahir sering kali bermain dan sibuk sendiri hingga malas menyusu, meskipun permainannya sesuai dengan usianya. Karena hal ini merupakan bawaan sejak ia di dalam kandungan Bunda.

 

  1. Membedakan terang dan gelap

Beberapa penelitian menyebutkan bahwa janin sudah mampu membuka matanya pada usia kehamilan 27 minggu. Sehingga janin bisa melihat apapun yang ada di sekitarnya. Disamping itu, janin sudah mampu membedakan antara gelap dan terang, bahkan bisa merespon cahaya yang masuk lewat dinding rahim.

Karena berada di dalam rahim yang gelap, janin akan cenderung menghindari cahaya yang masuk melalui dinding rahim dengan melakukan gerakan-gerakan kecil. Dan jika cahaya yang masuk terlalu terang atau silau, ia akan mengedipkan atau mengecilkan matanya.

Bunda bisa menstimulasi kinerja mata janin dengan cara menyalakan senter lalu mematikannya secara bergantian sambil mengarahkan ke sisi perut kemudian pindah ke sisi yang lain. Dan rasakan reaksi janin yang ada di dalam kandungan Bunda.

 

  1. Merasa jika kehadirannya ditolak

Tahukah Bunda bahwa janin yang ada di dalam kandungan sudah bisa merasakan hal-hal di sekitarnya. Bahkan jika kehadirannya di dunia ini ditolak, ia pun bisa merasakannya. Terutama penolakan dari kedua orang tuanya entah dengan alasan apapun.

Rasa ketidaknyamanan dari Bunda akan terkirim secara otomatis ke otak janin, sehingga janin pun bisa merasakannya. Apalagi pada minggu ke-37 usia kehamilan, janin sudah memiliki pemahaman yang kuat.

Penolakan ini akan berdampak buruk pada perkembangan dan pertumbuhan janin di dalam kandungan. Tidak hanya itu saja, penolakan ini juga mempengaruhi psikologi anak setelah ia lahir dan tumbuh dewasa kelak. Ia akan cenderung menjadi pribadi yang inferior, minder, pemurung, tidak percaya diri, dan merasa menjadi seseorang yang tak diinginkan, serta kesulitan dalam mengendalikan emosi.

 

  1. Merasakan cita rasa makanan

Pada bulan ke-4 usia kehamilan, janin sudah mampu merasakan makanan yang dikonsumsi oleh ibunya melalui cairan ketuban. Dan pada saat memasuki periode kehamilan trimester ketiga, janin sudah mampu membedakan cita rasa makanan dari yang manis, asin, asam, dan pahit. Serta cita rasa makanan yang paling disukai janin adalah rasa manis.

Bahkan, janin mampu mengidentifikasi makanan yang memiliki aroma khas dan menyengat, seperti bawang putih. Fakta ini telah dibuktikan oleh para peneliti dari Touch Research Institute University of Miami School of Madison. Mereka mempunyai video dimana janin bisa bereaksi dengan mengerutkan dahi setelah ibunya memakan bawang putih.

 

  1. Mengekspresikan diri

Siapa sangka bahwa janin sudah mampu mengekspresikan diri sejak dalam kandungan. Ekspresi janin ini merupakan reaksi dari perasaan yang sedang dirasakan oleh ibunya. Saat Bunda merasa bahagia, misalnya duduk santai sambil dengerin musik atau lainnya, maka janin yang ada di kandungan juga akan merasakan kebahagiaan sambil tersenyum.

Begitu juga dengan keadaan stres yang dirasakan Bunda. Ketika Bunda sedang mengalami stres karena tekanan atau rasa cemas dan khawatir yang berlebihan atau karena sebab yang lain, maka janin yang ada di kandungan pun ikut stres, dengan ekspresi murung sambil menyentuh dagu dan alis, atau dengan ekspresi nyengit, atau bahkan bisa menangis.

Fakta menakjubkan ini telah dibuktikan oleh beberapa peneliti yang melakukan penelitian terhadap 8 janin perempuan dan 7 janin laki-laki di Dorm University. Mereka mengamati beberapa janin tersebut dengan menggunakan USG 4 dimensi. Hasil USG memperlihatkan ekspresi janin yang sedang murung saat ibunya mengalami stres, dan tersenyum bahagia saat ibunya merasakan kebahagiaan.

Maka dari itu, usahakan Bunda selalu bahagia dan rileks selama proses kehamilan. Jangan sampai mengalami stres. Jika ada hal yang mengakibatkan Bunda stres, maka jangan biarkan stres yang Bunda alami berlarut-larut, karena hormon kortisol yang dihasilkan akibat stres yang berlebihan akan berpengaruh besar terhadap pertumbuhan dan perkembangan janin di dalam perut.

 

  1. Belajar dua bahasa sekaligus

Banyak anggapan yang mengatakan bahwa bayi belajar bahasa sejak lahir. Faktanya, bayi sudah mampu belajar memahami bahasa sejak dalam kandungan, bahkan dua bahasa sekaligus. Dan kemampuan ini akan terbawa hingga ia lahir nanti.

Hal ini telah dibuktikan oleh para peneliti dari Pacific Lutheran University Tacoma Amerika Serikat. Mereka menemukan bahwa sejak umur 30 minggu dari usia kehamilan, janin sudah mampu mengingat bahasa ibunya, dan sudah memiliki kapasitas belajar.

Mereka meneliti 40 bayi laki-laki dan perempuan yang ada di Tacoma Amerika Serikat dan Stockholm Swedia. Bayi-bayi tersebut rata-rata berusia 30 jam. Sambil menghisap dot, mereka diperdengarkan dengan bahasa ibu dan bahasa asing. Ketika mendengar bahasa ibu, mereka cenderung menghisap dot dalam waktu singkat, bahkan berhenti saat mendengarnya. Sementara saat diperdengarkan dengan bahasa asing, mereka tetap saja menghisap dot.

Mereka menyimpulkan bahwa isapan dot yang sebentar atau singkat diasosiasikan dengan bahasa yang familiar. Sedangkan isapan yang panjang atau lama, diasosiasikan dengam bahasa atau suara yang tidak familiar. Selain itu, mereka menyimpulkan bahwa bayi yang biasa mendengar dua bahasa sejak di dalam kandungan, ia akan cenderung lebih mudah belajar kedua bahasa tersebut setelah ia lahir.

 

  1. Bermimpi

Tahukah Bunda bahwa janin yang ada di dalam kandungan sudah bisa bermimpi? Tidak hanya tidur biasa, tapi janin sudah mampu memproyeksikan mimpi, bahkan sejak usia kandungan Bunda mencapai 28 minggu.

Pada saat usia kandungan Bunda memasuki 28 minggu, janin sudah memiliki tidur dengan tahap REM (Rapid Eye Movement), yaitu janin mampu tidur dengan pulas, dimana mata janin bergerak maju mundur layaknya orang dewasa.

Dengan menggunakan uji gelombang otak janin, akan terlihat fase REM pada janin. Maka dari itu, para peneliti menyimpulkan bahwa tahap tidur REM sebagai tolak ukur janin mampu bermimpi. Karena pada tahap tidur tersebut, saraf otak atau neuron tetap aktif seperti pada saat terjaga, sementara fisik tidak aktif/istirahat. Sehingga tahap REM ini bisa disebut juga sebagai fase mimpi. Hal ini juga dikemukakan oleh Dr. Gillian Lockwood, MRCOG, DPhil, MA, seorang pakar kandungan dan kebidanan dari John Radcliffe Hospital, Oxford, Inggris.

 

  1. Buang air kecil

Sejak minggu ke-16 usia kehamilan, janin mulai menelan cairan ketuban dan mengeluarkan kembali (berupa cairan urin) ke cairan ketuban. Sehingga cairan ketuban didominasi oleh cairan urin janin yang ada di dalam kandungan.

Hal ini berguna untuk menjaga kadar cairan ketuban agar tetap normal dan meningkatkan serta mengembangkan kinerja janin agar sempurna. Janin mengeluarkan cairan urin per harinya sebanyak 300 m/kg berat badannya.

Salah satu dampak negatif dari penurunan jumlah cairan urin adalah menurunnya jumlah cairan ketuban. Sehingga hal ini akan mengakibatkan terjadinya oligohidramon, dimana jumlah cairan ketuban sedikit/berkurang. Keadaan ini bisa membahayakan janin, bahkan 80% dapat menyebabkan kematian.

Nah, gimana perasaan Bunda setelah tahu 12 keajaiban dan keunikan janin yang ada di dalam kandungan? Pastinya kasih sayang, cinta, dan perhatian terhadap si kecil makin bertambah kan? Sangat disayangkan jika di dunia ini masih ada orang tua yang tega membuang bayinya, bahkan tega membunuhnya. Untuk itu, perlu bagi para calon orang tua agar menggali berbagai informasi seputar kehamilan, mulai dari persiapan pra kehamilan, proses kehamilan dan persalinan, hingga cara merawat bayi sampai dewasa kelak. Semoga artikel kehamilan ini bermanfaat!

Leave a Reply