11 Tips Ampuh Cara Menjaga Kehamilan Sehat Trimester Pertama

Setelah Bunda tahu gambaran umum pertumbuhan dan perkembangan janin pada trimester pertama di artikel sebelumnya, yang bermula dari minggu ke-1 hingga minggu ke-12, diharapkan Bunda ekstra hati-hati dalam melakukan segala aktivitas, mengingat trimester pertama usia kehamilan merupakan fase awal pembentukan cikal bakal janin.

Selain itu juga, Bunda masih perlu beradaptasi dengan perubahan-perubahan yang terjadi pada tubuh, belum lagi ditambah dengan berbagai macam keluhan yang akan Bunda hadapi selama hamil muda. Jika tidak ada perhatian khusus dari Bunda, dikhawatirkan akan berisiko terjadinya keguguran.

Dari segi kesehatan pun harus dinomorsatukan. Sebab, jika tubuh Bunda tidak fit dan sakit-sakitan, akan berakibat fatal terhadap janin yang ada dalam kandungan. Seperti: bayi lahir dengan berat badan rendah atau sebaliknya melebihi ukuran normal, lahir prematur, dan bahaya-bahaya kehamilan lainnya. Untuk itulah, perlu adanya tips dan cara menjaga kehamilan yang sehat selama hamil, terutama pada trimester pertama.

menjaga-kehamilan-sehat

Berikut ada 11 tips ampuh cara menjaga kehamilan sehat di trimester pertama yang harus Bunda coba:

  1. Jaga asupan gizi Bunda dan janin.

Tidak bisa dipungkiri bahwa sebagian besar ibu hamil akan mengalami keluhan berupa mual dan muntah, bahkan ada yang disertai pusing. Karena rasa mual dan muntah itulah, seringkali Bunda mengabaikan makan, atau seringkali hanya memilih makanan tertentu saja, padahal gizi seimbang dan kompleks sangat dibutuhkan janin, mengingat masa ini merupakan awal pembentukan janin.

Memang menghadapi keluhan tersebut tidaklah mudah, tapi perlu Bunda ingat, bahwa di dalam kandungan Bunda ada calon bayi yang membutuhkan nutrisi demi tumbuh kembangnya. Makanan yang mengandung gizi seimbang bukan hanya Bunda butuhkan, tapi janin yang ada di perut juga membutuhkannya, bahkan dia bergantung pada nutrisi yang Bunda makan.

Untuk itulah, sebaiknya Bunda mulai menerapkan pola hidup sehat, bahkan jauh-jauh sebelum Bunda hamil. Konsumsi makanan yang gampang dicerna, seperti: nasi, ubi, jagung, dan kentang. Serta hindari makanan yang beraroma tajam, berminyak dan bersantan guna mengurangi rasa mual dan muntah yang Bunda alami.

Meskipun begitu, Bunda harus memastikan bahwa makanan yang Bunda konsumsi tiap harinya mengandung gizi seimbang, seperti: asam folat, zat besi, protein, kalori, kalsium dan vitamin. Hal ini penting guna untuk pembentukan dan perkembangan janin dalam perut Bunda, serta janin akan tumbuh dengan sehat dan pintar.

 

  1. Hindari makanan yang terkontaminasi merkuri.

Makanan laut memang sangat baik untuk awal pembentukan janin. Akan tetapi, Bunda harus bisa memilah dan memilih makanan laut yang Bunda konsumsi. Alih-alih ingin mendapatkan tambahan omega 3 dari ikan, tapi justru malah membahayakan janin. Karena jika Bunda mengkonsumsi ikan laut yang terkontaminasi dengan merkuri dalam jumlah banyak, maka akan menyebabkan kecacatan pada janin. Pilihlah ikan laut seperti salmon yang aman untuk Bunda dan janin yang di kandungan.

 

  1. Hindari makanan setengah matang.

Pernah nggak Bunda dinasehatin untuk menghindari makanan setengah matang? Pasti Bunda penasaran kan manfaatnya apa? Padahal kalau dipikir-pikir, makanan setengah matang lebih banyak mengandung gizi dibanding makanan yang matang.

Memang hal itu benar adanya, akan tetapi makanan yang setengah matang terkadang masih mengandung bakteri, jamur, kuman, pestisida, dan sebagainya. Sementara di trimester pertama merupakan masa yang sangat rawan yaitu masa pembentukan janin.

Jika Bunda suka dengan makanan setengah matang, seperti: sushi, telur setengah matang, dan lalapan, maka hindari dulu untuk sementara waktu selama kehamilan. Terlebih bila sayur-sayuran tersebut tidak dicuci dengan baik. Hal ini merupakan pencegahan yang dilakukan untuk menghindari infeksi toksoplasma. Infeksi toksoplasma akan mengancam plasenta dan janin.

 

  1. Tetap melakukan aktivitas dan istirahat yang cukup.

Tidak sedikit Bunda hamil yang menghabiskan waktunya hanya untuk tidur saja, padahal tanpa beraktivitas justru tidak baik untuk kesehatan Bunda dan janin, karena dapat melemahkan otot-otot dalam tubuh. Jadi, hamil jangan dijadikan alasan untuk bermalas-malasan.

Meskipun dituntut untuk selalu semangat ketika melakukan aktivitas sehari-hari, Bunda harus menghindari aktivitas berat dan yang menyita waktu istirahat, serta yang dapat membahayakan janin, seperti: sering naik turun tangga, mengendarai motor tiap hari dengan waktu yang lama, mengangkat benda-benda berat, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

  1. Cerdik menyiasati mual dan muntah.

Memang keluhan wanita pada saat hamil berbeda-beda. Tetapi tidak bisa dipungkiri untuk yang satu ini yaitu mual dan muntah. Karena hampir setiap wanita yang hamil pasti mengalaminya, meskipun dengan tingkat keparahan dan tenggang waktu yang tidak sama, tergantung pada kondisi masing-masing ibu hamil.

Adanya peningkatan kadar hormon estrogen di awal masa kehamilan inilah yang menyebabkan kadar asam lambung meningkat. Akibatnya, muncul rasa mual yang disertai muntah maupun tidak. Rasa mual ini sering kali terjadi di pagi hari, yang terkenal dengan istilah morning sickness. Tapi bukan berarti pada siang, sore dan malam hari tidak tarjadi mual dan muntah.

Selain itu juga, perubahan metabolisme tubuh di awal kehamilan menyebabkan proses pengosongan lambung berlangsung lebih lama, sehingga menyebabkan perut Bunda terasa penuh atau begah dan otomatis memunculkan rasa mual yang disertai dengan muntah atau tidak.

Untuk mengurangi ketidaknyamanan akibat keluhan tersebut, Bunda bisa menyiasatinya berdasarkan kebiasaan Bunda selama ini. Jika Bunda lebih suka dengan camilan berupa biskuit, sebaiknya Bunda selalu punya persediaan biskuit di rumah atau di dalam tas ketika sedang bepergian. Atau selalu sedia buah-buahan bagi yang suka camilan buah. Yang penting, jangan sampai perut Bunda kosong.

Tidak hanya berupa camilan saja, tapi minuman tertentu pun bisa Bunda pertimbangkan, seperti: air jahe, air jeruk, atau beberapa jus, dengan catatan perut Bunda bisa menerimanya. Karena tidak semua orang bisa minum air jahe maupun air jeruk.

Ada wanita yang biasa minum air jahe atau air jeruk, tapi anehnya pada saat dia hamil justru minuman tersebut bikin perut semakin begah. Jadi, sebelum Bunda minum dengan porsi banyak, mending Bunda coba terlebih dahulu.

 

  1. Mengelola stres.

Pada masa awal kehamilan, tentunya banyak sekali perubahan dalam tubuh Bunda, baik secara fisik maupun hormonal. Akibatnya, banyak ibu hamil muda yang mengalami penurunan berat badan secara drastis. Hal ini wajar, karena tubuh Bunda masih dalam proses adaptasi, ditambah penurunan selera makan yang dipicu adanya rasa mual dan muntah.

Berat badan Bunda akan kembali normal atau bahkan malah mengalami kenaikan seiring dengan berjalannya usia kehamilan, yang menyebabkan hilangnya keluhan mual dan muntah. Meskipun begitu, banyak ibu hamil muda yang mengalami stres akibat perubahan-perubahan fisik dalam tubuh dan juga keluhan selama trimester pertama. Padahal, stres pada saat hamil muda berisiko tinggi menyebabkan keguguran.

Oleh karena itu, mulailah belajar untuk menikmati kehamilan dengan segala keluhannya, agar Bunda terhindar dari stres. Kalau pun ada hal yang mengakibatkan Bunda stres, seperti: urusan pekerjaan, maupun urusan lainnya, cobalah untuk mengelola stres, dan ada baiknya Bunda juga berbagi dengan pasangan atau orang lain yang Bunda percayai guna mengurangi beban yang ada di pikiran Bunda.

 

  1. Berolahraga ringan.

Melakukan aktivitas rumah tangga sehari-hari yang tergolong ringan bukanlah bentuk dari olahraga. Karena tidak sedikit wanita hamil yang berpedoman bahwa gerak ke sana ke mari sudah temasuk olahraga, jadi tidak perlu berolahraga lagi. Padahal sangat jelas perbedaannya.

Saat berolahraga ringan, meskipun hanya jalan sehat atau meditasi, pikiran Bunda lebih santai dan rileks, berbeda dengan saat menyapu lantai, padahal sama-sama berjalan dan menggerakkan tubuh. Betul kan?

Selain itu juga, pikiran santai dapat membantu mengendalikan emosi atau mood Bunda yang kadang naik turun. Dan juga olahraga ringan bermanfaat untuk melancarkan sirkulasi darah dan oksigen pada tubuh, melemaskan otot-otot yang kaku, dan bermanfaat untuk mengendalikan berat badan.

Konsultasikan pada bidan atau dokter kandungan sebelum Bunda memilih jenis olahraga tertentu. Karena mereka lebih tahu tentang riwayat dan kondisi kesehatan Bunda. Agar Bunda tidak salah memilih dan ujung-ujungnya malah membahayakan janin dalam kandungan.

 

  1. Ubah pola kerja.

Tidak sedikit wanita hamil yang harus tetap masuk kantor selama masa kehamilannya. Memang hal ini tidak dilarang, mengingat itu merupakan sebuah privasi masing-masing orang. Akan tetapi pola kerja yang berat, atau yang sampai menyita waktu istirahat, bahkan membuat Bunda stres, harus dirubah untuk sementara waktu, demi kesehatan Bunda dan janin.

 

  1. Buat perencanaan.

Pasti sangat menjenuhkan ketika melihat rumah yang kotor dan berantakan, sementara mau bersih-bersih juga ditahan dulu demi menjaga janin yang sedang berkembang. Karena itu, carilah orang yang sementara waktu dapat menggantikan Bunda untuk melakukan tugas-tugas yang melelahkan, seperti: memasak, berbelanja atau bersih-bersih rumah.

Jika dibiarkan lama, maka akan mengganggu pikiran Bunda yang nantinya akan berakibat stres. Hal itu yang harus dihindari demi kesehatan Bunda dan janin yang ada di perut. Bicarakan sama pasangan Bunda jauh-jauh hari agar nantinya Bunda tidak terlalu kepikiran dengan tugas rumah tangga yang tak tertangani.

 

  1. Mencermati sumber informasi seputar kehamilan.

Setiap wanita yang mengetahui dirinya positif hamil pasti antusias untuk mencari informasi mengenai kehamilan lebih tinggi dibanding sebelumnya. Wajar saja, karena hampir semua wanita pasti menginginkan kehamilan yang terbaik.

Ada berbagai cara yang dapat dilakukan untuk menambah pengetahuan tentang kehamilan. Bahkan lewat internet pun Bunda dapat mengakses ribuan artikel kehamilan. Namun, jangan mudah meyakini informasi seputar kehamilan yang Bunda peroleh. Bila perlu, cobalah mengonfirmasikan info kehamilan tersebut kepada dokter kandungan, bidan, atau ahli dalam hal ini, sehingga tidak terjadi kesalahan.

 

  1. Rutin berkonsultasi ke bidan atau dokter kandungan.

Rutin berkonsultasi ke dokter kandungan atau bidan adalah hal yang penting dilakukan untuk menjaga janin agar tetap sehat, karena pada masa kehamilan banyak perubahan yang akan Bunda alami. Bahkan hal biasa yang sering dialami pada saat sebelum hamil pun dapat menjadi tanda-tanda bahaya kehamilan, seperti: keputihan, demam tinggi, atau bercak pendarahan. Dengan berkonsultasi kepada dokter kandungan atau bidan, maka masalah dapat terdeteksi sedini mungkin.

Demikianlah 11 tips ampuh cara menjaga kehamilan sehat trimester pertama. Semoga kita semua bisa menikmati kehamilan muda yang sangat menyenangkan.

Leave a Reply